DUMAI, GORIAU.COM - Uang rakyat yang dikemas dalam APBD kembali mubazir. Kali ini terjadi pada pembangunan Pasar Kelakap Dumai. Meski sudah dua tahun rampung, pasar ini tak kunjung difungsikan, padahal pasar ini selesai dibangun Maret 2012 lalu.

Semula direncanakan para pedagang yang akan menempati adalah pedagang yang direlokasi dari pasar pagi Dock Yard. Namun para pedagang ini enggan pindah. Salah satu alasannya, belum tersedianya drainase dan air bersih dan fasilitas lainnya.

Akibat tak digunakan, pasar yang menghabiskan dana sekitar Rp 9 miliar itu pun sudah mulai rusak. Pintu dan rolling door kios banyak rusak dan bekas dibongkar paksa. Lantai kios pun terlihat mengelupas. Pitting bola lampu serta kabel pun sudah digondol maling. Halaman dan kawasan sekeliling pasar ini sudah ditumbuhi semak belukar.

''Karena tidak dipakai, ya rusak macam itu sekarang. Padahal anggaran milaran rupiah. Ini terjadi pemubaziran,'' ungkap Ketua Indonesian Curruption Investigation (ICI) Kota Dumai, Encik Sammuer kepada wartawan.

Pasar yang dibangun di areal seluas dua hektar itu memang terlihat megah, karena dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti mushala, toilet dan halaman parkir yang luas.

''Sangat disayangkan pasar yang dibangun dengan dana Rp 9 miliar ini tidak berfungsi karena drainase, air bersih dan tempat sampah belum tersedia. Proses pemindahan pedagang pasar Dock ke pasar Kelakap Tujuh ini jadi tandatanya kita,'' sebutnya.

Keberadaan pasar yang mubazir ini juga menjadi sorotan anggota DPRD Dumai. Dalam rapat pembahasan RAPBD beberapa waktu lalu, anggota dewan bahkan menilai instansi terkait tidak mampu menjalankan tugasnya.

Namun untuk kesekian kalinnya, rencana penempatan pedagang di Pasar Kelakap Tujuh tidak terlaksana. Penyebabnya, belum ada proses hibah dari Dinas Perindustrian, Investasi dan Perdagangan Dumai.

''Proses pemindahan pedagang pasar Dock ke lokasi yang baru yaitu pasar Kelakap Tujuh, setakat ini belum dilakukan karena masih menunggu proses hibah dari Disperindag,'' kata Kepala Kantor Pasar Suardi. S.sy.

Ditanya kenapa belum juga ada proses hibah, Suardi pun mengaku tidak tahu. Namun Suardi kembali mengatakan, tahun ini akan pindah dan akan dikoordinasikan dengan Disperindag Dumai.

Lamanya pemindahan pasar Dock ke pasar Kelakap Tujuh ini, akhirnya beberapa kios di pasar Dock malah ditambah atau dibangun baru lagi. Padahal menurut keterangan dari kantor pasar dan Disperindag tanah lokasi pasar Dock ini akan dipakai. ''Kita sudah minta jangan diteruskan pembangunan kios,'' tukasnya. (akid)