PEKANBARU - Pihak kepolisian telah menetapkan dua siswa yang menjadi pelaku perundungan seorang temannya, di SMP 38 Kota Pekanbaru menjadi tersangka. Kabar ini pun telah diketahui oleh Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru Abdul Jamal.

Menurut Jamal, kasus ini seharusnya di kawal oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) yang memang menangani masalah anak. Namun, pihaknya tetap menghormati proses hukum yang sudah berjalan.

"Sebenarnya dari awal kita sudah minta agar ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan dan musyawarah, namun mungkin ada pertimbangan lain. Tetapi kita menghormati proses hukum dan kami sudah mempertemukan kedua orangtuanya," ujar Jamal, Rabu, (27/11/2019).

Jamal mengatakan tersangka kasus ini masih anak-anak dibawa umur dan masih memiliki masa depan yang panjang. Untuk itu, ia berharap hukuman yang diberikan nantinya bersifat pembinaan dan hak belajar anak tetap bisa diberikan.

"Kemudian anak inikan masih dibawah umur. Kita berharap hukumannya bukan dikurung tetapi bersifat pembinaan, hak dia belajar juga bisa tetap diberikan," jelasnya.

Ia juga meminta agar instansi terkait mendampingi tersangka dan korban perundungan.

"Harapan saya, Lembaga Perlindungan Anak (LPA) juga turut mendampingi. Karena mereka yang tahu dan punya pengacara," ungkapnya.

Sementara itu, ia juga berharap agar kasus ini tidak kembali terjadi di Kota Pekanbaru. Untuk itu, pihaknya sudah memberikan surat edaran kesekolah untuk meminta guru bersifat profesional.

"Kita sudah berikan surat edaran agar guru-guru menjadi profesional dan memperhatikan anak didiknya mulai dari masuk sekolah sampai pulang. Karena itu tanggung jawab sekolah," ucapnya.***