
TELUKKUANTAN, GORIAU.COM - Tiada hasil yang menghianati usaha. Ungkapan ini sangat sesuai menggambarkan kisah Mursaldius dan Emriadi, Mitra Bina PT. Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) yang tinggal di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) ini. Keduanya sangat bersemangat menceritakan kisahnya ketika ditemui secara terpisah di bengkel miliknya masing-masing, Rabu (18/4).
Mursaldius adalah seorang warga Pasar Baru Pangean, Kecamatan Pangean, Kuansing, yang sudah menggeluti dunia perbengkelan sejak lama. Awalnya, saat masih bujang, Mursaldius sering membantu kerabatnya di bengkel. Kegiatan tersebut diperdalamnya dengan mengikuti pelatihan yang dilakukan oleh RAPP pada tahun 2002 selama satu bulan. Melalui pelatihan ini, ia mengakui mendapatkan banyak ilmu, tidk hanya ilmu teknis, tapi juga mental dan moral.
''Kalau teknis atau cara-cara memperbaiki mesin sudah biasa, saya bisa belajar secara otodidak, namun pelatihan yang diberikan RAPP banyak sekali yang saya peroleh, terutama dalam hal moral. Saya juga diajari cara pembukuan dan pemasaran. Ilmu ini yang sangat berarti buat saya,'' jelas pemilik bengkel ''Pangean Service'' ini.
Setelah mengikuti pelatihan yang dilaksanakan oleh RAPP, Mursaldius memberanikan diri untuk membuka usaha sendiri. Bermodal kunci-kunci untuk sepeda motor, ia menawarkan jasa service. Keuntungan yang diperolehnya pun tidak seberapa, namun ia tetap bekerja keras, hingga akhirnya terkumpul modal untuk mengembangkan usahanya dan juga ditabung untuk menyambung pendidikannya kelak.
Dalam perjalanan usahanya, RAPP juga terus memberikan pendampingan dan modal untuk kemajuan bisnisnya hingga akhirnya pria 32 tahun ini pun mampu mencapai impiannya yaitu menempuh gelar sarjana strata satu jurusan ekonomi di salah satu universitas swasta di Pekanbaru.
Sementara itu, Mitra Bina RAPP yang juga sukses membuka usaha bengkel ialah Emriadi. Pria berusia 35 tahun ini juga menggeluti usaha yang sama dengan Mursaldius. Bermodalkan pelatihan bengkel yang juga dilaksanakan RAPP pada tahun 2002, ia memberanikan diri membuka bengkelnya sendiri yang kemudian diberi nama bengkel ''Emriadi Service''.
''Saya sangat berterima kasih kepada RAPP yang telah mengajarkan saya banyak hal, dari tidak tahu menjadi tahu. Dahulu, jangankan memperbaiki sepeda motor, mengendarai motor saja saya masih belum lancar,'' jelasnya.
Selain memberikan bantuan modal dan pemenuhan alat-alat dalam menjalankan usahanya, RAPP juga rutin melakukan monitoring untuk memantau perkembangan bengkel mitra bina. Efriadi berharap RAPP tetap melanjutkan progam-programnya di masa mendatang.
''Saya berharap RAPP terus mempertahankan dan melanjutkan kegiatan-kegiatan yang fokus pada usaha mendukung kemajuan masyarakat,'' ujar Emriadi.
Community Development (CD) Coordinator, Sundari Berlian, menyampaikan bahwa berbagai dukungan yang diberikan kepada mitra-mitra khususnya usaha bengkel ini berupa pelatihan, modal kerja, dan pendampingan yang diharapkan mampu menjadi mitra yang mandiri.
''Berbagai dukungan diberikan kepada mitra-mitra yang tersebar di berbagai wilayah operasional perusahaan untuk membantu mereka mengembangkan usaha yang mereka jalankan, salah satu program yang saat ini dijalankan adalah pemberian modal dengan sistem revolving (bergulir). Harapannya adalah agar mitra lebih mandiri dan bankable, karena tujuan akhir yang ingin kami capai supaya mitra dapat langsung dihubungkan dengan perbankan,'' tutupnya. (rls)