PEKANBARU – PSPS Pekanbaru bergerak aktif pada bursa transfer paruh musim Liga 2 dengan mengontrak dua pemain asing untuk menghadapi penghujung putaran kedua kompetisi. Dari tiga kuota pemain asing yang diizinkan regulasi, dua slot telah terisi, sementara satu slot lainnya masih dalam proses negosiasi.

Sekretaris PSPS Pekanbaru M. Teza Taufik mengatakan dua pemain asing tersebut telah menandatangani kontrak dan siap diturunkan pada laga terdekat.

“Dua pemain asing sudah bisa bermain di laga Jumat nanti,” ujar Teza saat dihubungi, Selasa (13/1/2026).

Dua pemain yang didatangkan adalah Antonio Gamaroni asal Brasil dan Francis Yaghr dari Ghana. Antonio berposisi sebagai penyerang dan sebelumnya memperkuat Tainan City Taiwan Steel Group di kompetisi Chinese Taipei. Sementara itu, Francis Yaghr merupakan gelandang yang direkrut dari Bourj FC, Lebanon.

Sesuai regulasi Liga 2, pemain asing yang direkrut pada jendela transfer paruh musim baru dapat dimainkan mulai pekan ke-16. Pelatih PSPS Aji Santoso berencana menurunkan keduanya saat PSPS menjamu Persekat Tegal di Stadion Kaharuddin Nasution, Pekanbaru, pada laga pekan ini.

Teza menambahkan, manajemen masih berupaya mengisi satu slot pemain asing tersisa dengan prioritas sektor pertahanan.

“Kuota akan kami isi penuh. Saat ini fokus kami satu pemain asing lagi di posisi bek. Namanya sudah masuk radar pelatih dan manajemen, tetapi belum bisa kami sampaikan karena masih menghormati proses dengan klub asal pemain,” kata Teza.

Langkah PSPS tersebut sejalan dengan tren yang berkembang di Liga 2 musim ini. Sejumlah klub memanfaatkan kuota maksimal tiga pemain asing dengan pembagian peran strategis, yakni satu penyerang, satu pemain tengah, dan satu pemain bertahan. Skema ini dinilai memberi keseimbangan antara daya dobrak, kontrol permainan, dan kekuatan lini belakang.

Persiraja Banda Aceh menjadi salah satu contoh. Klub tersebut sempat memperkenalkan tiga pemain asing pada Juli 2025, yakni Matheus Henrique (Brasil, penyerang), Connor Flynn (Inggris, penyerang/gelandang), dan Zac Tyson (Inggris, bek/gelandang bertahan). Namun, pada Januari 2026, Persiraja kembali menyesuaikan komposisi dengan mendatangkan Juan Mera asal Spanyol dan melepas Zac Tyson, menunjukkan fleksibilitas klub dalam merespons kebutuhan tim dan dinamika regulasi.

Saat ini, PSPS Pekanbaru berada di peringkat kedelapan klasemen sementara Grup A dengan raihan 17 poin, sama dengan Persekat Tegal yang berada satu tingkat di bawahnya. Kondisi tersebut membuat setiap pertandingan di putaran kedua menjadi krusial dalam upaya memperbaiki posisi.

Aji Santoso optimistis kehadiran pemain asing dapat meningkatkan stabilitas permainan PSPS. Ia menilai timnya sempat mengalami keterbatasan pilihan pemain dalam beberapa pertandingan terakhir.

“Kami yakin tim akan lebih stabil ketika skuad sudah lengkap. Dalam beberapa laga terakhir, kami bermain dalam kondisi yang tidak ideal dan tanpa pemain asing,” ujar Aji, Senin (12/1/2026).

Selain pemain asing, PSPS juga memperkuat skuad dengan merekrut sejumlah pemain lokal. Terbaru, manajemen mengontrak Natanael Siringoringo, pemain sayap yang sebelumnya memperkuat Barito Putera. Sebelumnya, PSPS telah mendatangkan Reza Kusuma, Rendy Juliansyah, Vieri Donny Ariyanto, Misbakus Sholikin, Brandon Scheunemann, dan Ilham Syafri.

Sejumlah pemain anyar tersebut telah menjalani debut saat PSPS bertandang ke markas Sumsel United FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Sabtu (10/1/2026). Pada laga itu, PSPS kalah tipis 2-3 dari tuan rumah.

Manajemen berharap, komposisi pemain yang semakin lengkap dapat menjadi titik balik bagi PSPS untuk bangkit dan meraih hasil maksimal di sisa putaran kedua Liga 2. ***