PEKANBARU – Pemerintah Kota Pekanbaru mulai mengoperasikan persimpangan baru di pertemuan Jalan Tuanku Tambusai dan Jalan Paus dengan sistem lampu lalu lintas permanen. Kehadiran traffic light ini dinilai mampu mengurai kepadatan kendaraan yang selama ini kerap terjadi di kawasan komersial tersebut.

Simpang ini menjadi salah satu titik dengan volume kendaraan tertinggi di Kota Pekanbaru. Sebelum diberlakukan pengaturan lalu lintas, arus kendaraan dari Jalan Paus kerap tersendat karena pengendara harus memutar cukup jauh atau melakukan manuver berisiko untuk masuk ke Jalan Tuanku Tambusai. Kondisi itu sering memicu antrean panjang, terutama pada jam sibuk pagi dan sore hari.

Untuk memastikan efektivitas sistem baru tersebut, Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru melakukan pemantauan langsung pada jam padat aktivitas, Senin (12/1/2026). Peninjauan dilakukan bertepatan dengan waktu berangkat kerja dan sekolah, saat beban lalu lintas berada pada titik tertinggi.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, Sunarko, mengatakan hasil evaluasi sementara menunjukkan kinerja simpang cukup baik. Arus kendaraan dinilai lebih teratur, dengan durasi tunggu yang relatif lebih singkat dibandingkan kondisi sebelum pemasangan lampu lalu lintas.

“Kami telah melakukan pemantauan dan evaluasi pada saat jam kerja untuk melihat sejauh mana efektivitas simpang tersebut. Alhamdulillah, arus lalu lintas terpantau cukup lancar,” ujar Sunarko, Selasa (13/1/2026).

Tak hanya berdampak pada titik utama persimpangan, pengoperasian simpang ini juga memengaruhi kelancaran lalu lintas di sekitarnya. Salah satu yang paling terasa adalah berkurangnya kepadatan di u-turn Jalan Manggis, tepatnya di sekitar Kantor DPW PPP Riau. Titik tersebut sebelumnya kerap menjadi sumber kemacetan akibat penumpukan kendaraan yang hendak berputar arah.

Menurut Sunarko, sebagian besar kendaraan dari arah Jalan Paus kini langsung terdistribusi melalui persimpangan baru. Dengan demikian, beban lalu lintas yang sebelumnya menumpuk di u-turn Jalan Tuanku Tambusai dapat dikurangi.

“Volume kendaraan di u-turn Jalan Manggis mulai berkurang cukup signifikan. Ini menunjukkan adanya dampak positif dari pengaturan simpang baru tersebut,” kata Sunarko.

Meski demikian, Dinas Perhubungan menegaskan pengawasan akan terus dilakukan. Pengaturan durasi lampu lalu lintas masih berpotensi disesuaikan seiring perubahan perilaku pengendara dan dinamika volume kendaraan di Kota Pekanbaru.

“Kita akan terus evaluasi dan pantau perkembangannya di lapangan,” ujar Sunarko. ***