SELATPANJANG, GORIAU.COM - Dua hari tenggelam di perairan Lukit Kabupaten Kepulauan Meranti, Ijal (48) warga Siak Kecil Bengkalis belum juga ditemukan. Lelaki yang tenggelam Selasa (23/12/2014) pagi itu diduga terjepit di kamar mesin dan ikut tenggelam ke dasar laut bersama kapal KM Sri Ayu.

Informasi ini sebagaimana disampaikan Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi, Kamis (25/12/2014). Kata Kapolres Meranti itu, menurut keterangan saksi (dua orang teman korban, Aril (50) dan Seli (48), red) sewaktu kapal tenggelam Selasa pagi itu, Ijal yang meruapakan Kepala Kamar Mesin sedang berada di dalam kamar mesin, sehingga kuat dugaan Ijal terjepit dan ikut tenggelam ke dasar laut."Menurut saksi, pada saat kejadian korban berada di kamar mesin, dugaan sementara korban terpejit di kamar mesin dan tenggelam bersama KM Sri Ayu," kata kapolres.Dikatakan lelaki yang akrab dipanggil Pandra itu lagi, KM Sri Ayu saat ini tenggelam ke dasar laut dan tidak terlihat di permukaan air. Arus yang kuat dan gelap sekali, ditambah cuaca yang tidak bagus menyulitkan tim untuk melakukan pencarian dengan cara menyelam."Di tim penyelamat juga ada penyelam. Namun, berhubung cuaca kurang baik dan arus di bawah sangat kuat, ini membahayakan nyawa tim penyelamat," tambah Pandra.Meski demikian, untuk menemukan korban, tim penyelamat yang terdiri dari Dit Pol Air Polda Riau, Unit Pol Air Polres Kepulauan Meranti (Pos Bandul), Pos TNI AL, KSOP Syahbandar Tanjung Buton dan Basarnas Cabang Bengkalis melanjutkan pencarian di sekitar perairan dan pantai Teluk Buton Kecamatan Sei Apit Kabupaten Siak."Target pencarian hingga tower lampu mercu suar perairan Desa Lukit, sementara Bhabinkamtibmas Desa Lukit Polsek Merbau mengarahkan masyarakat nelayan ikut berpartisipasi menyisir sekitar pantai Tanjung Gambar dalam upaya pencarian korban," ujar Pandra lagi.Sebagai tambahan, KM Sri Ayu sebelum tenggelam berangkat dari Selatpanjang menuju Siak Kecil Bengkalis untuk mengantkut sembako kebutuhan masyarakat setempat. Cuaca yang tidak baik serta gelombang tinggi menyebabkan kapal kayu itu tenggelam bersama satu awak kapal, Selasa tanggal 23 Desember 2014 sekitar pukul 05.00 WIB pagi.(zal)