PEKANBARU - Pengelola Bus Trans Metro Pekanbaru (TMP) yang sudah diambil alih Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbar saat hanya mampu melayani 5 koridor seperti Pandau, Sudirman STC, HR Subrantas, Soekarno Hatta, dan Tuanku Tambusai.

Pengelolaan ini dilakukan oleh Dishub hingga ditunjuknya pimpinan baru PT. Transportasi Madani Pekanbaru (TPM) sepeninggal Azmi selaku Direktur PT TPM.

Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru juga sudah melakukan asesmen untuk menentukan siapa yang akan duduk menjadi direktur di PT TPM.

"Tempatkan direktur yang benar-benar berkompeten, jangan sampai masalah tunggakan gaji sehingga para pekerja mogok terulang kembali," kata Ketua Komisi II DPRD Pekanbaru, Dapot Sinaga, Rabu (9/3/2022).

Secara kelembagaan Komisi II DPRD Kota Pekanbaru yang membidangi perekonomian akan terus mengawasi penggunaan anggaran PT TPM, termasuk juga peruntukan subsidi yang diberikan.

Politisi PDI Perjuangan ini juga menilai saat ini bus TMP atau Busway kalah saing dengan angkutan online atau ojek online yang memang merebak pesat di Pekanbaru .

"Saya juga melihat bus TMP ini banyak yang kosong, hanya menuju koridor tertentu saja yang banyak penumpangnya," ucapnya.

Dapot menyarankan agar nantinya untuk menghemat biaya pengeluaran dari PT TPM karena sepinya para pengguna Busway, opsi pengurangan koridor bisa menjadi alternatif bagi PT TPM.

"Ini pengurangan koridor bisa saja dilakukan, tapi jangan armada ikut dikurangi biar masyarakat gak kelamaan nunggu di halte," tutupnya. ***