PEKANBARU – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau berkomitmen untuk mengedepankan keterbukaan informasi. Hal ini juga dipedomani oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Provinsi Riau sebagai satu diantara puluhan organisasi perangkat daerah (OPD) yang ada di lingkup Pemprov Riau.

Kepala DLHK Riau, Mamun Murod mengatakan pihaknya membuka kran informasi seluas-luasnya, jika publik ingin mendapatkan informasi di dinasnya.

"Saya tipe orang yang terbuka kepada siapa saja tanpa membeda-bedakan orang. Kalau ada perlu sama saya, bisa temui saya atau pun menelepon. Tentunya dengan santun, karena kita hidup di Bumi Melayu," kata Murod menanggapi tudingan belasan massa yang berdemo di Kantor DLHK Riau, Jumat (4/3/2022) siang.

Hingga siang tadi, Murod memang belum masuk kantor. Ini dikarenakan ia sempat terpapar Covid-19 dan menjalani isolasi mandiri. Saat ini, ia masih menunggu hasil swab PCR.

"Pertama, saya ini pasien Covid-19 yang masih menunggu hasil PCR. Kami (kepala dinas, red) banyak yang terpapar dan isolasi. Makanya saya tidak ada di kantor. Kedua, demo itu tidak ada izin dari aparat Kepolisian. Jadi saya tegaskan, saya bukan menghindar, tetapi mengikuti aturan," jelasnya.

Berdasarkan informasi yang beredar, aksi belasan massa ini bermula karena ada dugaan pemblokiran nomor telepon wartawan oleh kepala dinas yang bersangkutan.

"Kalau diblokir nomornya berarti yang bersangkutan perlu introspeksi," singkat Murod. ***