
TELUKKUANTAN – Dinas Lingkunhan Hidup (DLH) Kuantan Singingi (Kuansing), Riau telah turun ke pabrik kelapa sawit PT Pancaran Cahaya Sejati (PCS) yang berada di Kecamatan Singingi. Turunnya DLH merupakan tindak lanjut dari pengaduan masyarakat terkait dugaan jebolnya tanggul kolam.
Delis Martoni, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kuansing, mengatakan pihaknya langsung turun setelah mendapat laporan dari warga.
"Memang ada tanggul yang jebol, mengakibatkan rumah warga terendam. Saat itu, pihak perusahaan bersama warga langsung melakukan pembersihan dan normalisasi sungai," kata Delis kepada GoRiau.com, Selasa (12/5/2026) siang di Telukkuantan.
Hasil temuan, lanjut Delis, tanggul yang jebol bukan kolam limbah IPAL, melainkan kolam penampungan air hujan yang berada di dalam area pabrik. Pihak pabrik sedang melakukan pembangunan kolam, dalam tahap penimbunan tanggul. Namun, tanggul tersebut jebol dan materialnya terbawa ke pemukiman warga.
"Lokasi pabrik ini kan di atas bukit, makanya material tanah kuning terseret ke aliran sungai dan merendam rumah warga," kata Delis.
Delis memastikan bawa kolam yang jebol bukan kolam limbah. Di sekitar pabrik PT PCS, ada dua anak sungai, yakni sungai dekat SD dan sungai di bagian hilir.
"Nah, kolam IPAL-nya lebih dekat ke sungai sebelah hilir ini. Kalau seandainya jebol, tentu ke sana perginya, bukan ke sungai dekat SD ini," kata Delis.
DLH Kuansing telah memberikan arahan kepada PT PCS untuk memperbaiki tanggul yang jebol dan membangunnya dengan baik. Sehingga, kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi.
"Kita akan terus kawal dan pantau proses perbaikannya. Untuk diketahui, DLH secara rutin melakukan pengawasan, tidak hanya PT PCS, tapi seluruh perusahaan yang ada di Kuansing," kata Delis.***