
PEKANBARU, GORIAU.COM - Keberadaan terminal bayangan di empat penjuru pintu masuk Kota Pekanbaru semakin menjadi-jadi. Padahal, beberapa kali petugas dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pekanbaru mencoba menertibkannya.
Alhasil, usaha tersebut belum membuahkan hasil yang maksimal, meski surat-surat kendraan yang ditilang. Hal itu tidak memberikan efek jera pada Organda.
Menurut Anto, salah seorang warga Panam menyatakan minibus yang menjadi angkutan antar kota dalam provinsi dan antar kota antar provinsi hanya pergi ketika ada petugas razia. "Sehabis razia, mereka balik lagi," katanya.
"Sepertinya, Dishub tidak serius dalam menangani terminal bayangan ini. Sebab, buktinya masih banyak," lanjutnya.
Selain tidak adanya retribusi ke Pemko Pekanbaru, keberadaan terminal bayangan seringkali memicu kemacetan di Simpang Panam.
Sementara itu, Kepala Dishub Kota Pekanbaru, Syafril mengaku sudah mengupayakan usaha maksimal dengan memberikan efek jera. "Kita sudah tilang, bahkan ada penahanan terhadap kendraan yang tidak lengkap," katanya.
"Sebetulnya, dalam situasi seperti ini kami mengharapkan kesadaran setiap Organda agar tertib. Hanya kesadaran kuncinya, supaya arus lalu lintas tetap lancar," ulasnya.
Menanggapi adanya tudingan Dishub tidak serius dalam menertibkan terminal bayangan, Syafril menganggapnya biasa-biasa saja. "Tudingan seperti itu biasa. Semua orang berhak untuk berpendapat. Yang jelas, dalam beberapa bulan kedepan, kami akan bekerja ekstra," katanya.(san)