
TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Setiap anak tentu punya keinginan untuk duduk di bangku sekolah. Namun terkadang keinginan itu terkendala karena ketidakmampuan orangtua. Itulah yang dialami, bocah Tembilahan ini, sebut saja namanya Riko (10). Ia terpaksa mengubur impian bersekolah, lalu menjadi tukang semir sepatu demi membantu orangtua.
Di usianya yang masih sangat belia, demi tiga orang adiknya yang masih kecil-kecil, ia harus rela meningalkan impian itu sejenak dan menjadi tulang punggung keluarga.
Saat teman-temannya memakai seragam merah putih, dirinya pun mulai menggayun langkah ke setiap rumah makan atau perkantoran, menjadi tukang semir sepatu.
Riko selalu lari setiap kali diminta wartawan untuk menjawab beberapa pertanyaan. Anak pemalu ini selalu menghindar dengan tertawa setiap kali wartawan menawarkan duit agar bersedia diwawancarai.
Namun kemarin, Riko akhirnya bersedia bercerita setelah ditawari makan siang di salah satu rumah makan di Tembilahan.
''Saya pengen sekolah, tetapi orangtua gak punya duit. Orangtua membutuh saya untuk kerja agar bis beli makanan buat adik-adik,'' katanya ketika ditanyai keinginannya untuk bersekolah.
Riko mengaku iri setiap kali melihat anak seumurnya memakai seragam sekolah lewat di hadapannya. Namun karena tidak memiliki biaya, dia hanya bisa tersenyum kecut setiap kali teman-teman menyapanya sambil bercanda.
''Banyak juga teman saya yang tidak sekolah. Tapi saya iri pada mereka yang bisa sekolah. Saya ingin seperti mereka juga,'' ungkap Riko.
Meski saat ini tak lagi sekolah, Riko tak malu-malu untuk memiliki cita-cita yang tinggi. ''Saya ingin menjadi bupati,'' katanya lugas ketika ditanya apa cita-citanya.
Riko tinggal bersama ibu dan tiga orang adiknya di Tembilahan. Ayahnya tidak pernah pulang sejak 3 tahun lalu. Inilah yang membuat dia harus berhenti sekolah dan membantu ibunya yang berprofesi sebagai pemulung dalam mencari nafkah.(gus)