
RENGAT, GORIAU.COM - Jalan raya masih tetap menjadi penyebab kematian terbesar di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Bahkan dalam dua pekan awal tahun 2014 ini, sudah 5 orang warga Inhu meninggal dunia akibat kecelakaan lalu lintas.
Data Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Inhu, sejak 1 hingga 15 Januari 2014, sudah terjadi 6 kasus lakalantas. Dari enam kasus tersebut, 5 orang meninggal dunia, 4 orang luka berat, dan 3 orang luka ringan. Sedangkan kerugian materi akibat laka lantas tersebut diperkirakan sekitar Rp14.700.000.
Kapolres Inhu, AKBP Aris Prasetyo Indaryanto melalui Kasubag Humas, Ipda Yarmen Djambak, Rabu (15/1/2014) mengungkapkan, kecelakaan yang merenggut korban jiwa di Inhu tahun ini pertama terjadi di Jalan Rengat-Pematangreba, tepatnya di Simpang Seminai, Kelurahan Pematangreba, Kecamatan Rengat Barat, Kamis (2/1/2014) malam sekitar pukul 19.00 Wib.
Tabrakan maut itu melibatkan sepeda motor Honda GL Pro BM 5555 BM dengan mobil Jeep Daihatsu Taft BM 1334 IL dan menewaskan Muhammad Reyhan (25), warga Desa Pekan Heran, Rengat Barat.
Kemudian kecelakaan di Jalan Lintas Timur KM 267, Minggu (5/1/2014) sekitar pukul 18.00 Wib. Kecelakaan ini melibatkan sepeda motor Yamaha Vixion BM 5410 BY dengan Yamaha Mio BM 6026 Y yang mengakibatkan Tuwa Budiman, warga Dusun Balam Jaya, Desa Sungai Akar, Batang Gangsal, meninggal dunia.
Selanjutnya kecelakaan di Jalan Azki Aris, Kelurahan Kampung Dagang, Kecamatan Rengat, antara sepeda motor Yamaha Jupiter MX BM 6541 VK dengan Supra X 125 BM 2979 BP, Jumat (10/1/2014) sekitar pukul 21.15 Wib.
Kecelakaan tersebut menewaskan M Yazid, PNS Pemkab Inhu, warga Jalan Azki Aris. Sedangkan tiga korban lain mengalami luka ringan.
Berikutnya kecelakaan di Jalan Pemetangreba-Pekanheran KM 1 antara Suzuki Smash BM 4805 BT dengan truk Fuso BM 8138 BB, Sabtu (14/1/2014) sekitar pukul 10.30 Wib. Peristiwa ini merenggut nyawa Muhammad Ali (74), warga Desa Redang, Rengat Barat.
Kecelakaan terbaru adalah, tabrakan yang terjadi di Jalan Lintas Timur KM 196, tepatnya di simpang tiga Jalan Gerbangsari, Kelurahan Pematangreba, Rengat Barat, Selasa (14/1) kemarin. Kecelakaan tersebut melibatkan sepeda motor Yamaha Jupiter MX BM 3908 VH yang dikendarai Putra Slamet (30) yang membonceng Karnada (33), warga Desa Pekan Heran, dengan mobil Toyota Kijang LGX BM 1254 BL yang dikemudikan Nelson Panjaitan (48), warga Kelurahan Pematangreba.
Akibat kecelakaan tersebut, Putra Slamet luka berat dan harus mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit. Sedangkan rekannya, Karnada meninggal dunia setelah mengalami benturan keras di bagian kepala.
Kecelakaan ini berawal ketika Putra Slamet dan Karnada yang mengendarai Yahama Jupiter MX melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Simpang Tugu Patin menuju arah Belilas. Saat bersamaan datang mobil Toyota Kijang LGX yang dikendarai Nelson Panjaitan dari arah berlawanan dan berbelok ke kanan menuju Jalan Gerbang Sari.
Menghindari agar tidak ada lagi korban jiwa akibat kecelakaan, Ipda Yarmen Djambak mengimbau kepada seluruh pengedara motor maupun mobil agar mematuhi dan mentaati aturan lalu lintas dan selalu menggunakan helm ataupun sabuk pengaman.
Selain itu, pengendara diminta tidak memacu kendaraan dalam kecepatan tinggi, apalagi di jalan lintas yang rawan kecelakaan.(jef)