PEKANBARU, GORIAU.COM - Muh (45) tewas bersimbah darah usai ditikam adik kandungnya Richard (43) tepat di bagian dadanya. Sang abang meregang nyawa setelah terlibat cekcok yang berujung baku hantam dengan pelaku.

Niat awal untuk menyuruh sang adik supaya pulang kampung, malah berakhir tragis. Awalnya korban Muh menemui Richard yang sedang berada di Kampung Bukit Makmur Dusun 3 Bukit Kesuma, Pangkalan Kuras Pelalawan, Selasa (29/4/2015). Bahkan si abang juga menawari Richard ongkos sebesar Rp500 ribu sebagai modal pulang ke kabupaten Dolok Sanggul, provinsi Sumut.

Entah apa yang memicunya, adik beradik ini justru terlibat baku hantam dan bergumul hebat, didepan saksi yang datang bersama korban bernama Barasa. Pada saat itu, pelaku lantas mengambil sebilah pisau milik Muh yang diselipkan di pinggangnya. Tanpa pikir panjang, Richard yang naik pitam langsung menikamkan pisau kebagian dada sebelah kiri abangnya.

Melihat aksi nekat pelaku, saksi Barasa sempat berusaha melerai, namun tidak berhasil. Setelah menikam abang kandungnya, Richard kemudian melarikan diri. Sedangkan Barasa segera mencari bantuan. "Saksi sempat memberi pertolongan kepada korban, dibantu warga setempat. Tapi waktu itu korban sudah tergeletak berlumuran darah di tanah," terang Kabid Humas Polda Riau, AKBP Guntur Aryo Tejo Sik.

Mengetahui Muh sudah tak bernyawa, warga lalu menghubungi pihak Kepolisian Sektor Pangkalan Kuras. Polisi yang tiba dilokasi, membawa korban guna kepentingan visum. "Kita sudah memeriksa keterangan dari beberapa saksi. Terhadap pelaku masih kita lakukan penyelidikan," ulas Guntur.

Selain itu, sambung mantan Kapolres Pelalawan ini, polisi juga turut mengamankan barang bukti berupa baju korban bekas tikaman senjata tajam yang sudah berlumuran darah, sarung pisau, serta handphone milik pelaku. (had)