PEKANBARU, GORIAU.COM - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau perlahan-lahan mulai menjalankan instruksi Mendagri Tjahjo Kumolo dalam hal penghematan anggaran. Setelah pengadaan mobil dinas senilai Rp70 miliar dibatalkan, ada kejadian baru yang cukup menarik perhatian.

Provinsi yang telah mendapat 'cap' sebagai daerah kaya dengan hasil Sumberdaya Mineral yang melimpah harus mengikuti instruksi dari Presiden Jokowi untuk melakukan penghematan anggaran.

Terakhir, Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, H Arsyadjuliandi Rachman telah mempraktekkan hidup berbaur dengan masyarakat. Dimana saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional dengan Presiden Jokowi di Jakarta, beberapa hari lalu, dirinya terbang dari Pekanbaru-Jakarta dengan kelas ekonomi.

"Kita siap melakukan itu, dan saya sudah coba menggunakan kelas ekonomi," kata Plt Gubernur Riau.

Menurutnya, instruksi Presiden melalui Mendagri itu merupakan semangat yang akan muncul di daerah dalam menjalankan roda pemerintahan serta membangun daerah.

"Kita harus mengembalikan khitah sebagai abdi masyarakat. Pelayan masyarakat. Apa pun program yang dijalankan bukan untuk melayani diri sendiri, namun mengampu masyarakat untuk kemakmuran dan kebaikan bersama," katanya.

Dia meminta agar bupati, walikota dan seluruh pejabat serta staf di lingkungan Pemprov Riau maupun kabupaten/kota mematuhi instruksi Mendagri Tjahjo Kumolo. Demikian pula dengan pimpinan dan anggota DPRD di semua tingkatan hendaknya dapat mendukung. Apalagi mereka adalah wakil rakyat.

Dirinya tidak canggung untuk duduk di penerbangan kelas ekonomi. "Hikmah pakai kelas ekonomi, dapat leluasa berinteraksi dengan rakyat. Kalau pakai bisnis terkadang ada perasaan risih," tandasnya.***