
PEKANBARU, GORIAU.COM - Tradisi makelar proyek tampaknya akan kembali terjadi di tubuh Pemerintahan Provinsi Riau. Belum sampai lima bulan kepemimpinan Gubernur Riau, Annas Maamun, muncul pemberitaan mengenai pembatalan 38 paket proyek di Dinas PU Riau. Uniknya, pembatalan dikabarkan dilakukan oleh ''orang kepercayaan'' Gubernur Riau Annas Maamun yang dikabarkan bernama Gulat Manurung dan timnya karena pemenang dikabarkan bukan berasal dari perusahaan grup mereka.
Terlepas percaya atau tidak, namun isu ini menjadi isu sentral mengingat tradisi makelar proyek sudah berlangsung lama di Riau, bahkan pada masa ''keemasan'' saat pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) beberapa waktu lalu. Bedanya zaman Rusli Zainal dan Annas Maamun, para pemain hanya berganti nama. Jika dulu lebih santer disebut nama Sudarto, namun di era Annas Maamun ada beberapa nama yang lebih sering disebut ''tiga serangkai''.
Gulat Manurung sendiri yang dikonfirmasi GoRiau.com baik melalui telepon dan sms tidak memberikan jawaban. Namun selang beberapa menit setelah sms dikirim, beberapa orang kepercayaannya memberikan klarifikasi bahwa Gulat Manurung tidak terlibat dalam pembatalan 38 paket proyek di Dinas PU Riau beberapa waktu lalu, hanya saja keterangannya tidak dijelaskan secara rinci.
Paling tidak ada dua orang yang dipercaya Gulat Manurung untuk mengklarifikasi berita kepada GoRiau.com. Hanya saja, karena kompetensi keduanya diragukan sebagai pemegang mandat sah dari yang bersangkutan, pernyataannya belum bisa dipercaya sebagai jawaban resmi dari Gulat Manurung. Namun sebagai media siber yang taat terhadap Pedoman Pemberitaan Media Siber, GoRiau.com sudah berusaha melakukan konfirmasi kepada kepada yang bersangkutan maupun Kadis PU Provinsi Riau, Muhammad, namun yang bersangkutan tetap bungkam.
Sebelumnya diberitakan, informasi tak sedap menimpa empat bulan kepemimpinan Annas Maamun sebagai Gubernur Riau. Kali ini muncul dari lingkungan Dinas PU Provinsi Riau. Diinformasikan, orang-orang yang mengaku ''dekat Gubernur'' mulai mengatur proyek bahkan membatalkan 38 paket proyek yang akan diumumkan.
Isu terbaru adalah dugaan ada campur tangan ''orang-orang'' yang mengaku dekat dengan Gubernur Riau H. Annas Maamun. Akibatnya, sebanyak 38 paket proyek jalan dan jembatan di lingkungan Bidang Bina Marga Pekerjaan Umum Riau, dibatalkan pengumuman pemenangnya. Padahal tender proyek yang menggunakan APBD Riau Tahun Anggaran 2014 sebesar Rp 280 miliar tersebut sudah dievaluasi, dan tinggal diumumkan para pemenangnya.
''Akibat campur tangan orang-orang yang mengaku dekat penguasa (baca: Gubernur Riau), tender proyek jembatan dan jalan di lingkungan Bidang Bina Marga PU Riau, akhirnya dibatalkan pengumumannya. Bahkan tragisnya, Kabid Bina Marga dan sejumlah kelompok kerja yang berani melawan perintah Kadis PU, tiga hari lalu dinonjobkan,'' ujar sumber yang enggan namanya dikutip.
Sumber yang juga pejabat PU Riau itu lantas menjelaskan, awalnya pokja-pokja proyek dimaksud diundang rapat di ruang Kadis PU Riau, Muhammad ST MT. Mereka diminta Kadis PU untuk memenangkan perusahaan kelompok ''orang-orang suruhan'' Gubernur Riau. Tentulah pokja-pokja itu kaget dan tidak mau, karena proyek-proyek ini sudah tahap evaluasi dan pemenangnya sudah siap diumumkan.
''Masak perusahaan yang tidak memenuhi kriteria mesti dimenangkan. Sementara para pemenang paket-paket itu sudah diklarifikasi dan dievaluasi, bahkan siap diumumkan pemenangnya. Eh, tiba-tiba ada intervensi dari penguasa Riau, akibatnya tanggal pengumuman sudah dua kali diulur-ulur, dari akhir Juni 2014 ke tanggal 3 Juli 2014, sekarang diundur lagi,'' ungkapnya.
Informasi yang diperoleh, orang-orang suruhan Gubernur Riau yang dimaksud sumber tadi salah satunya bernama Gulat Manurung. Pria ini disebut-sebut sebagai orang yang mengkondisikan proyek-proyek di lingkungan Pemprov Riau. Bahkan tertundanya pengumuman pemenang 38 paket proyek di Dinas PU Riau karena ulah pria yang dikenal dekat dengan Annas Maamun sejak tahun 2006.
Sementara itu, Gulat Manurung yang diisukan, sampai berita ini diturunkan tidak bersedia dikonfirmasi. Beberapa kali GoRiau.com menghubungi melalui telpon 085272120xxx dan 085272151xxx tidak diangkat meski kedua nomor tersebut aktif. Begitu juga saat dikirimkan sms, juga tidak dijawab.
Daftar Proyek yang Dibatalkan
Selain itu, pembatalan dikabarkan bukan karena faktor teknis namun diduga akibat ''campur tangan'' orang-orang yang ''menjual nama'' Gubernur Riau Annas Maamun. Uniknya, proyek yang dibatalkan umumnya menyangkut kebutuhan rakyat Riau karena proyek-proyek tersebut adalah pembangunan jalan dan jembatan.
Informasi yang diperoleh, perusahaan-perusahaan yang dibawa kelompok orang-orang dekat Gubernur Riau yang mesti dimenangkan itu, setelah dievaluasi panitia tidak layak untuk dimenangkan karena tidak memenuhi syarat pelelangan.
Ini dia 18 paket proyek dengan total Rp158 miliar lebih (sesuai harga penawaran) di Dinas PU Riau yang mau "diambil paksa" oleh orang-orang yang mengaku dekat Gubernur Riau Annas Maamun.
Pertama, proyek Peningkatan Jalan Pekanbaru-Bangkinang (A), Nilai Pagu Paket Rp19.939.580.200,00, dipaksakan dimenangkan oleh PT Lutvindo Perkasa dengan harga penawaran Rp18.550.574.155,00, penawar terendah kelima.
Kedua, paket Peningkatan Jalan Mahato-Pujud, Nilai Pagu Paket Rp4.942.420.200,00, pemenangnya mesti PT Karmila Jaya dengan penawaran Rp4.590.923.600,00, penawar terendah ketiga.
Ketiga, paket Peningkatan Jalan Simpang Lago-Simpang Buatan, Nilai Pagu Paket Rp2.935.400.200,00, mesti dimenangkan oleh PT Citra Hokiana Triutama dengan penawaran Rp2.742.231.184,00, penawar terendah pertama.
Keempat, paket Peningkatan Jalan Dalu-Dalu - Rantau Kasai, Nilai Pagu PaketRp36.524.276.200,00, dipaksakan dimenangkan oleh PT Riau Bumi Bina Makmur dengan penawaran Rp33.750.476.400,00, penawar terendah keempat.
Kelima, paket Peningkatan Jalan kota Pangkalan Kerinci (K-250), Nilai Pagu Paket Rp2.962.880.200,00, pemenang diarahkan ke PT Tiga Puteri dengan penawaran Rp2.597.980.000,00, penawar terendah kesembilan.
Keenam, paket Peningkatan Jalan Pasir Putih, Nilai Pagu Paket Rp3.453.580.200,00, dipaksakan dimenangkan oleh PT Ilham Pangestu Karya dengan harga penawaran Rp3.217.478.216,00, penawar terendah ketiga.
Ketujuh, paket Peningkatan Jalan Sp. Air Hitam-Sp.Jalan Riau, Nilai Pagu Paket Rp2.993.000.200,00, yang akan dimenangkan oleh PT Putra Hari Mandiri dengan penawaran Rp2.825.033.676,00, penawar terendah pertama.
Kedelapan, paket Pembangunan Jalan Riau Ujung, Nilai Pagu Paket Rp4.993.000.200,00, perusahaan yang mau dimenangkan PT Karmila Jaya dengan penawaran Rp4.530.627.500,00, penawar terendah pertama.
Kesembilan, paket Peningkatan Jalan Lubuk Jambi - Sp. Ibul - Sp. Ifa, Nilai Pagu Paket Rp4.934.980.200,00, dipaksakan dimenangkan oleh PT Citra Hokiana Triutama dengan penawaran Rp4.722.366.781,00, penawaran terendah kedelapan.
Ke-10, paket Peningkatan Jalan Pelintung - Sepahat - Sei. Pakning, Nilai Pagu PaketRp14.722.530.200,00, diupayakan dimenangkan oleh PT Arafah Alam Semesta dengan penawaran Rp13.482.720.000,00, penawar terendah kedua.
Ke-11, paket Pemeliharaan Jalan Sei. Pakning - Teluk Masjid, Nilai Pagu Paket Rp7.369.146.000,00, perusahaan yang mau dimenangkan PT Byan Cahaya Perkasa dengan penawaran Rp7.025.285.000,00, penawaran terendah keempat.
Ke-12, paket Pemeliharaan Jalan Kota Pekanbaru, Nilai Pagu Paket Rp4.993.000.200,00, yang mau dimenangkan mereka adalah PT Lutvindo Perkasa dengan penawaran Rp4.516.089.900,00, dengan penawar terendah ketiga.
Ke-13, paket Peningkatan Jl. Imam Bonjol, Jl. Teratai, Jl. Kamboja, Jl. Tenaga Kec. Dumai Kota Dumai, Nilai Pagu PaketRp2.943.680.200,00, perusahaan yang akan dimenangkan PT Trimacon Jaya Persada dengan penawaran Rp2.813.531.000,00, penawar terendah kesembilan.
Ke-14, paket Peningkatan Jalan Rantau Kasai - Mahato, Nilai Pagu Paket Rp4.943.680.200,00, dipaksakan dimenangkan oleh PT Karya Jaya Group dengan penawaran Rp4.534.463.900,00, penawar terendah keempat.
Ke-15, paket Peningkatan Jalan Teluk Kuantan - Cerenti, Nilai Pagu PaketRp19.705.680.200,00, perusahaan yang akan dimenangkan adalah PT Citra Hokiana Triutama dengan penawaran Rp18.543.501.215,00, penawar terendah ke-11.
Ke-16, paket Peningkatan Jalan Pekanbaru - Bangkinang (B), Nilai Pagu Paket Rp19.942.880.200,00, dipaksakan pemenangnya adalah PT Fitra Wika dengan penawaran Rp 17.650.580.104,00, penawar terendah ketiga.
Ke-17, paket Peningkatan Jalan Rumbai Jaya - Tempuling, Nilai Pagu Paket Rp7.428.530.200,00, mesti menang PT Inti Indokomp dengan penawaran Rp6.918.632.700,00, penawar terendah pertama.
Dan ke-18., paket Pembangunan Jembatan Sungai Sibam, Nilai Pagu Paket Rp4.989.700.200,00, dipaksakan oleh orang-orang dekat Gubernur Riau supaya dimenangkan oleh PT Mega Sari Sejati dengan penawaran Rp4.736.347.000,00, penawar tertinggi. ***