
PEKANBARU – Dinas Pendidikan Provinsi Riau membuka secara transparan data kuota dan daya tampung seluruh SMA serta SMK negeri dalam sistem penerimaan murid baru tahun ini. Langkah keterbukaan ini diambil untuk membantu calon siswa beserta orang tua agar bisa mengukur peluang kelulusan secara akurat.
Masyarakat diminta memanfaatkan papan informasi digital yang disediakan secara terbuka melalui portal resmi panitia. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Erisman Yahya menegaskan bahwa transparansi penuh ini menjadi komitmen utama instansinya agar pelaksanaan penerimaan siswa berjalan adil.
“Informasi daya tampung setiap sekolah dapat diakses langsung melalui website SPMB. Masyarakat bisa melihat secara terbuka berapa kuota yang tersedia di masing-masing sekolah,” ujar Erisman.
Lewat ketersediaan data yang komprehensif tersebut, orang tua diharapkan bisa lebih bijak menentukan pilihan sekolah yang rasional sesuai peluang yang ada. Erisman mengimbau publik untuk mengubah pola pikir yang hanya berorientasi pada sekolah-sekolah tertentu yang selama ini dilabeli sebagai sekolah favorit.
Secara kalkulasi makro, jumlah total daya tampung seluruh SMA dan SMK negeri di wilayah Riau masih berada di atas jumlah lulusan SMP sederajat yang akan melanjutkan pendidikan.
"Pilihlah jalur dan sekolah yang sesuai. Secara kuota kita surplus, sehingga tidak perlu khawatir tidak mendapatkan bangku sekolah. Insyaallah semua calon murid dapat tertampung, asalkan tidak hanya terfokus pada sekolah-sekolah tertentu,” ucapnya.
Segala rincian mengenai daya tampung, jalur seleksi masuk, hingga aturan wilayah domisili atau zonasi dipastikan terkunci rapi di dalam sistem dan bisa ditinjau oleh publik kapan saja.
“Semua informasi sudah tersedia di website, termasuk daya tampung dan domisili. Masyarakat bisa melihat dan mempertimbangkannya sebelum menentukan pilihan,” sambungnya.
Kabar baiknya, kebijakan keterbukaan informasi ini didukung penuh oleh performa server yang sangat stabil. Tim Teknis SPMB Riau, Jeffri Hunter, MPd memaparkan hingga Kamis (11/6/2026), sistem digital pendaftaran dilaporkan bekerja normal tanpa kendala teknis.
"Sejauh ini tidak ada kendala. Aman. Kendala yang biasanya muncul seperti masalah koneksi atau file yang tidak terbaca," jelas Jeffri.
Seiring tingginya antusiasme warga, data terbaru menunjukkan sudah ada 73.679 akun aktif di dalam sistem. Di tengah persaingan ketat tersebut, sebanyak 55.652 peserta sudah mantap memilih sekolah pada kesempatan pertama. Sementara itu, tercatat pula 4.447 calon siswa beralih menentukan pilihan di kesempatan kedua, serta sebanyak 122 pendaftar sudah masuk ke tahap pemilihan kesempatan ketiga pada hari kedua pelaksanaan akibat ketatnya persaingan di pilihan awal. ***