DUMAI, GORIAU.COM - Menjadikan Dumai kota tujuan wisata di Riau, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kota Dumai melakukan pendataan terhadap objek wisata dalam upaya mensukseskan visi Dumai sebagai kawasan Tourism.

Kepala Disbudparpora H. Eldar Afinta kepada GoRiau.com Rabu (11/12/2013) mengatakan, selain mendata, pihaknya juga akan melakukan pendataan dan pembenahan objek-objek wisata yang ada di kota Dumai."Pendataan dan pembenahan objek wisata ini dalam rangka menyukseskan visi Dumai Tourism, yaitu menjadi salah satu kota tujuan wisata di Riau," katanya.

Dia menjelaskan, usai dilakukan pendataan dan dibenahi, Disbudparpora segera membuka seluruh akses menuju objek wisata di kota Dumai. Bentuk pembenahan yang dilakukan tersebut diantaranya, mempercantik dan memperindah objek-objek wisata tanpa mengurangi nilai-nilai sejarah yang terkandung pada objek wisata serta melakukan pembangunan gapura di tiap pintu masuk menuju kawasan wisata.

Dia mencontohkan, salah satu objek wisata yang akan dibuka aksesnya adalah objek wisata putri tujuh yang cukup terkenal di kota Dumai hingga ke manca negara, yaitu Pesanggrahan Makam Putri 7 yang berada di Kecamatan Dumai Timur.

"Selain objek wisata makam putri tujuh, pemerintah juga akan memperkenalkan objek wisata Makam Pawang Lion di Kecamatan Medang Kampai, Makam Keramat Datuk Delau di Kecamatan Medang Kampai, Perigi Tuk Kurus di Komplek Pertamina, Batu Telapak Harimau Sakti di Kecamatan Medang Kampai." sebutnya.

Kemudian, objek wisata Keramat Cengal Sakti di Kecamatan Dumai Barat, Makam Datuk Kedondong di Kecamatan Dumai Barat, dan Makam Datuk Syech Umar di Kecamatan Dumai Barat.

"Disbudparpora juga akan mengembangkan objek wisata agama yang terdiri dari Kelenteng di Kecamatan Dumai Selatan, Masjid Raya Al-Manan di Kecamatan Bukit Kapur dan Persulukan Na'sabandiyah di Kecamatan Bukit Kapur." tambahnya.

Selain terus mengembangkan objek wisata alam, pemerintah melalui Disbudparpora juga telah mengembangkan wisata budaya, seperti mengembangkan objek wisata seni budaya dan tari."Kota Dumai merupakan kota yang heterogen, ada 16 suku dan budaya yang berbaur dan hidup rukun. Agar kerukunan tetap terjaga, antara budaya satu dengan budaya lainnya harus saling menghargai, oleh sebab itu pemerintah memfasilitasi seluruh kebudayaan yang ada," terangnya.

Eldar menambahkan, berbagai upaya akan dilakukan Disbudparpora untuk mendukung terwujudnya visi Dumai Tourism, sesuai dengan tugas pokok sebagai pengembang objek wisata di kota Dumai.(egy)