TELUK KUANTAN, GORIAU.COM - Lebih dari satu bulan hujan tak turun-turun di Wilayah Provinsi Riau. Selain mengakibatkan meluasnya Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), musim kemarau juga mengancam sumber air masyarakat. Dimana, masyarakat kesusahan untuk mendapatkan air bersih.

Tidak hanya itu, kualitas udara di Riau semakin memburuk seiring semakin banyaknya titik api. Tercatat, hampir di seluruh wilayah Riau ada Karhutla. Wilayah yang terparah adalah Kabupaten Kepulauan Meranti dan Bengkalis.

Ternyata, kondisi ini tidak berlaku untuk Kabupaten Kuantan Singingi. Bupati Sukarmis tidak perlu repot-repot untuk melaksanakan Salat Istisqa seperi bupati lainnya. Sebab, sejak Jumat (20/2/2014) dini hari Kota Jalur sudah diguyur hujan dengan deras. Hujan baru berhenti hingga siangnya.

"Sudah tiga hari di Kuansing hujan deras," ujar Anto, seorang warga Kuansing kepada GoRiau.com, Sabtu (22/2/2014) malam.

Anto menerangkan, saat ini Kabupaten Kuansing sedang diguyur hujan. Hujan mulai turun sejak pukul 16.00 Wib. "Sekarang masih hujan, bang," katanya.

"Malam Sabtu kemaren juga hujan, bang. Pokoknya, selama tiga hari ini hujan lebat di Kuansing," lanjutnya. Sawah para petani yang ditanami padi sudah selamat dari ancaman kekeringan.

Walau demikian, Anto mengatakan kepulan kabut asap masih ada di Kuansing. Tapi, tidak separah di wilayah kabupaten lainnya. "Kalau disini, masih ada sedikit asap," tutupnya.(san)