PEKANBARU - Direktur Utama PT Sarana Pembangunan Riau (SPR), DR Haris Kampay bersama jajaran melakukan silaturahmi ke Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau. Kunjungan ini bertujuan meminta tunjuk ajar agar setiap langkah kebijakan perusahaan daerah tersebut ke depan selalu sejalan dengan adab dan adat di Bumi Melayu.

Pertemuan yang berlangsung hangat tersebut digelar di Balai LAMR Jalan Diponegoro, Selasa (14/6/2026). Haris Kampay yang juga dikenal sebagai Ketua Masjid Nurul Ihsan sekaligus putra dari Abdullah dan Fatimah ini hadir membawa sejumlah petinggi perusahaan.

Turut mendampingi Komisaris SPR, Sri Harianto, Sekretaris SPR, Hariyanto Karim, Direktur PT SPR Trada, Suwandi, serta Direktur dan Komisaris PT SPR Cipta Lestari, Pajar Simanjuntak dan Suryadi Khusaini.

Rombongan disambut langsung oleh Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAMR, Datuk Seri Raja Marjohan Yusuf dan Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian (DPH) LAMR, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil beserta jajaran pengurus lainnya.

Dalam kesempatan itu, Haris menyampaikan apresiasi atas respons terbuka pengurus LAMR yang bersedia meluangkan waktu menerima jajaran SPR dengan prosesi adat kekeluargaan.

"Kehadiran kami ke LAMR ini semata-mata minta tunjuk ajar sehingga ke depan kami di SPR dapat berjalan dalam koridor sesuai adat dan adab," papar Haris.

Ketua Umum DPH LAMR, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil merespons positif langkah jajaran direksi SPR. Ia menilai inisiatif untuk datang langsung bersilaturahmi ini merupakan sebuah sikap tata krama yang patut diapresiasi dari sebuah badan usaha.

"Ini sesuatu yang langka BUMD dengan inisiatif sendiri datang ke LAMR. Biasanya kita panggil dulu baru datang, itupun karena ada masalah," ungkap Taufik.

Ketua Umum MKA LAMR, Datuk Seri Raja Marjohan Yusuf menaruh harapan besar agar eksistensi SPR tidak hanya terfokus mengejar target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Riau semata, melainkan harus memberi manfaat nyata dan merangkul masyarakat tempatan.

"Di antaranya memberi ruang bagi anak-anak negeri untuk menjadi bagian dari usaha-usaha yang ada di SPR, agar benar-benar kita menjadi tuan di negeri sendiri," urainya. ***