PEKANBARU – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Riau, Imustiar, memberikan tanggapan terkait pengumuman tiga nama calon Direktur dan Komisaris PT Sarana Pembangunan Riau (SPR) yang telah lolos seleksi Uji Kelayakan dan Kepatutan (UKK).

Menurutnya, calon yang nantinya ditetapkan harus benar-benar memiliki kemampuan dan kapasitas untuk memajukan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut. Ia juga meyakini tim panitia seleksi (Pansel) telah bekerja secara profesional dalam menentukan nama-nama yang lolos.

“Saya yakin ketika Pansel memutuskan hal tersebut tentu sudah melalui pertimbangan dan penilaian yang maksimal,” ujar Imustiar, Rabu (13/5/2026).

Ia menjelaskan, sebagai lembaga mitra, DPRD Riau berharap direktur PT SPR yang terpilih nantinya memiliki visi bisnis yang kuat dan mampu mendorong peningkatan pendapatan daerah melalui pengembangan usaha yang maksimal.

“Kita berharap direktur terpilih adalah sosok yang punya visi bisnis. Karena target kita bagaimana pendapatan daerah meningkat, dan tentu dengan meningkatnya pendapatan daerah, kita lebih bisa membangun Provinsi Riau ini,” jelasnya.

Selain itu, Imustiar juga menyoroti pentingnya peran komisaris dalam menjalankan fungsi pengawasan di tubuh perusahaan daerah tersebut. Ia menegaskan komisaris yang dipilih jangan hanya menjadi pelengkap jabatan semata.

“Jangan sampai jadi komisaris yang hanya duduk saja, tapi tidak memahami tugas dan fungsinya. Harapan kita ke depan komisaris yang benar-benar aktif dan menjalankan fungsi pengawasan dengan baik,” tegasnya.

Seperti diketahui, Tim Pansel PT SPR telah mengumumkan daftar calon Komisaris dan Direktur yang dinyatakan lolos seleksi UKK. Pengumuman tersebut berdasarkan Berita Acara Panitia Seleksi Nomor 26/PANSEL/SPR/2026 tanggal 8 Mei 2026.

Ketua Pansel PT SPR, M Job Kurniawan, menyebutkan terdapat masing-masing tiga peserta yang dinyatakan lolos pada jabatan komisaris dan direktur.

Untuk calon komisaris, nama-nama yang dinyatakan lolos yakni Mardoni Akrom, Sri Irianto, serta Zulfahmi.

Sementara untuk calon direktur, yakni Alpasirin, Muhammad Haris, dan Taufik Arrakhman. ***