
JAKARTA, GORIAU.COM - Usai dipindahkanya tempat penyelenggaraan ISG III dari Riau ke Jakarta, panitia pusat meminta pemerintah sebagai penanggung jawab segera menyelesaikan polemik seputar pemindahan lokasi penyelenggaraan Islamic Solidarity Games (ISG) 2013. Pasalnya waktu persiapan untuk melaksanakan pemindahan tidak lama.
Kepastian ini dibutuhkan terutama untuk bidang pertandingan. Hal ini diungkapkan Ketua Bidang Pertandingan Djoko Pramono saat dihubungi wartawan, Kamis (25/4/13).
"Kepastian yang kami minta adalah adanya Keppres (Keputusan Presiden) pemindahan jika memang benar dipindah. Karena untuk mempersiapkan venue bukan perkara mudah dalam waktu beberapa bulan ke depan," ungkapnya.
Menurut dia, realisasi Keppres itu dinantikannya karena sebagai landasan kerja. Selama pemerintah dalam hal ini Menpora sebagai penanggung jawab belum mengajukan keppres baru perubahan pelaksanaan ISG, maka sebagai langkah antisipasi terjadi perubahan lagi, Djoko mengaku telah mempersiapkan dua rancangan dari bidangnya.
"Pertama adalah ISG tetap di Riau. Kami sudah memiliki pemetaan lengkap dimana venue-venue yang akan dipersiapkan untuk 17 cabor yang nantinya akan dipertandingkan. Lalu, opsi kedua persiapan di Jakarta. Kami juga segera melakukan pemetaan untuk venue-venue pertandingan yang akan digunakan. Karena di Jakarta ada beberapa venue yang tidak terpusat," kata Djoko kemudian.
Pihaknya mengaku hal itu dilakukannya karena tidak mau meraba-raba, sementara waktu terus bergulir. Djoko menegaskan tidak ingin direpotkan nantinya jika ternyata ada lagi perubahan yang terjadi. "Selama belum diputuskan dalam keppres baru, Riau di atas kertas masih sah sebagai tuan rumah ISG. Jadi kita siapkan planning terburuk, kalah tidak bisa repot nantinya," ucapnya. ***