PEKANBARU, GORIAU.COM – Walikota Pekanbaru H. Firdaus MT secara khusus menyoroti maraknya kasus Narkoba di kalangan masyarakat belakangan ini. Masalah tersebut harus ditanggapi serius pihak-pihak terkait, agar dapat diminimilasir, dengan cara mengurangi kasus kekerasan rumah tangga yang dapat memicu hal tersebut terjadi.

Dalam rapat kordinasi bersama  Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), Senin (4/10/2015), Walikota menyatakan dari analisa Badan Narkotika Nasional, kasus Narkoba bermula dari kondisi kemelut yang terjadi di rumah tangga.“Ketidak harmonisan orangtua bisa menjadi pemicu anak, suami dan istri serta anggota keluarga lainnya lari mencari kesenangan dengan jalan pintas menggunakan obat-obat terlarang,” katanya.Data forensik Rumah Sakit Bhayangkara, jumlah kekerasan yang terlapor tahun 2013 ada 30 kasus dan naik pada 2014 menjadi 50 kasus. Sementara tahun ini per September menjadi 80 kasus. “Artinya ada peningkatan, tetapi bukan merupakan indikasi meningkatnya masalah, namun ini menggambarkan kesadaran masyarakat untuk melapor dan memanfaatkan P2TP2A sebagai lembaga yang memberikan layanan penanggulangan masalah.“Dari data ini, saat ini Indonesia mengalami krisis Narkoba yang bermula dari kekerasan rumah tangga sehingga menyebabkan anak bermasalah. Karena itu BPMKB kami minta kedepan memberikan pendampingan, tidak hanya menunggu di hilir dengan mendampingi korban tetapi juga berkoordinasi dan bersinergi mengejar ke hulu melalui edukasi,” jelas Walikota.Walikota Firdaus mengaku, Pemko berupaya menciptakan kewaspadaan di masyarakat dan meminta agar masyarakat jadi polisi bagi dirinya dan keluarga. (rls)