RENGAT,GORIAU.COM - Konflik antara karyawan atau pekerja dengan pihak perusahaan PT Palma 1 grup PT Duta Palma Nusantara (DPN) kian meruncing. Bahkan, pihak perusahaan memperlakukan ratusan pekerja mereka secara tidak manusiawi.

"Kami ditindas, dipukuli dan bahkan diusir seperti binatang dari kem atau rumah yang kami tempati. Sakitnya lagi, gaji dan pesangon kami tidak mereka bayarkan sebagai mana mestinya", ujar salah seorang karyawan PT Palma 1 Setinus (39) saat ditemui GoRiau.Com bersama puluhan karyawan lain, Senin (25/5/2015) di kantor Dinsosnakertran Inhu.

Parahnya lagi sebut Setinus, para anak-anak mereka juga tidak dibolehkan bersekolah oleh pihak perusahaan. Mereka dibentak dan diusir keluar dari kelas.

"Kami ini bukan binatang pak, tapi kami diperlakukan lebih dari pada seekor binatang. Pihak perusahaan dengan semena-mena menindas kami bahkan sampai kami dipukul. Tidak itu saja, barang-barang milik kami dibuang seperti membuang sampah", tuturnya menceritakan.

Dalam pada itu, Peni Aro (24) menambahkan, kedatangan dirinya ke Dinsosnakertran Inhu adalah untuk menuntut kinerja instansi yang menangani konflik ketenaga kerjaan itu dalam menyelesaikan persoalan karyawan itu.

"Kami semuanya berjumlah 41 orang. Kedatangan kami kesini adalah untuk menuntut tanggung jawab dinas dalam menyelesaikan persoalan kami ini. Namun, hingga saat ini tak seorangpun pejabat yang bisa dijumpai, karena mereka semua tidak berada di tempat", pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, tak seorangpun pejabat Dinas Sosial Tenaga Kerja (Dinsosnakertran) Inhu itu yang bisa ditemui untuk dikonfirmasi. Ketika ditanyakan kepada salah seorang pegawai dinas itu, Kadinsosnakertran Inhu Kuwat Wijianto tidak diketahui keberadaannya.

"Saya tidak tahu keberadaan Kadis, sedangkan Kabid Ketenaga Kerjaan Samsul Isbar sedang berada di Pekanbaru. Saat ditanyakan Kasi penyelesaian konflik dan hubungan industrial Sutrisno sedang pergi kerengat, mungkin ada acara", jawab pegawai itu.(jef)