
SIAK SRI INDRAPURA– Dinas Kesehatan Kabupaten Siak tengah mendalami kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan siswa SMKN 1 Kandis. Peristiwa ini terjadi dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Kandis.
Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siak, Handry, menyatakan pihaknya telah melakukan penyelidikan epidemiologi segera setelah menerima laporan. Upaya ini dilakukan guna memastikan sumber gangguan kesehatan yang dialami para siswa penerima manfaat program tersebut.
Selain penyelidikan lapangan, tim kesehatan juga melakukan penilaian ulang kelayakan melalui Inspeksi Kesehatan Lingkungan terhadap dapur pengolahan. Diketahui, dapur tersebut berada di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kampung Telaga Sam-sam yang dikelola Yayasan Tuah Karya.
Sebagai langkah medis lanjutan, petugas sanitarian dari Puskesmas Kandis telah mengambil sampel makanan yang disajikan. Sampel tersebut kini telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Riau untuk uji laboratorium secara mendalam.
"Hasil uji laboratorium masih menunggu. Nantinya, hasil tersebut akan menjadi dasar penentuan penyebab kejadian dugaan keracunan ini," jelas Handry.
Mengenai izin operasional kembali dapur MBG tersebut, Handry menegaskan bahwa hal itu bukan berada di bawah wewenang Dinas Kesehatan Siak. Keputusan pembukaan kembali fasilitas pengolahan makanan tersebut sepenuhnya bergantung pada otoritas Badan Gizi Nasional (BGN) sambil menanti hasil resmi dari laboratorium. ***