DUMAI, GORIAU.COM - Ratusan personil Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan TNI, dan Polri (FKKPI) Kota Dumai siang ini akan menduduki anak perusahaan PT Kuala Lumpur Kepong (KLK), guna meminta pertanggung jawaban atas pelecehan bendera merah Putih yang dilakukan oleh general meneger PT Kreasi Jaya, Broderik Chin pada Sabtu (17/8/13) lalu.

"Bisa tidak bendera merah putih ditukarkan dengan kolor yang saya pakai warna merah ini" demikian perkataan Broderik Chin hingga memicu kemarahan seluruh element masyarakat Indonesia khususnya yang berada di Kota Dumai.

"Siang ini kita akan datangi perusahaan KLK untuk mempertanyakan langsung kepada yang bersangkutan jika kita nilai benar maka Broderik Chin harus hengkang dari Kota Dumai ini, dan Indonesia sekalipun, karena dirinya tidak layak berada disini," kata ketua FKPPI, Amris kepada Goriau.com GoRiau.com Senin (19/8/13).

Ditambahkan Amris, jika nanti benar adanya dan Broderik Chin masih berada di Dumai, maka operasional PT KLK dan Kreasi Jaya akan diminta tutup secara paksa.

Amris beserta anggotanya tampak tengah siap siaga berkumpul di Sudirman, guna bersiap menuntut tanggung jawab atas perilaku yang sudah dilakukan oleh GM PT Kreasi Jaya.

"Saya tidak ada toleransi dalam hal ini, begitu benar terbukti dan kita akan minta untuk Broderik Chin angkat kaki selamanya dari Dumai," tegas Amris.(egy)