
PEKANBARU, GORIAU.COM - Tindakkan dan kebijakkan Bupati Kampar Jefry Noer dikeluhkan tokoh masyarakat berserta ninik mamak di Kampar. Pasalnya, program yang dibuat bupati ini tidak berpihak ke masyarakat.
Kekecewaan ini terungkap disela-sela aksi demo dilakukan elemen masyarakat di Kampar bersama HMI Pekanbaru di kantor Kejati Riau, Senin (19/5/2014). Seperti yang disampaikan oleh A Latif Hasyim tokoh masyarakat Kampar pada Goriau.Com. ''Nampaknya, di kampar ini bukan dibangun tapi penghancuran oleh Bupati Kampar Jefry Noer sebab sejak memimpin di Kampar, tidak ada pembangunan. Program zero dimaksud bupati itu, memang jadi benar-benar zero. Yang dibutikan tidak ada pembangunan di daerah ini,'' katanya.
Bahkan sambung A Latief, bupati ini kerap sekali membenturkanya masyarakat dengan aparat dalam kepentingannya. Artinya disaat ini di Kabupaten Kampar mengalami penjajahan pemimpin sendiri. Hal ini jelas tindakan tidak terpuji dari Bupati Kampar Jefry Noer dalam memimpin.
''Bupati ini merampas tanah milik rakyat di daerah Kubang dijadikan lokasi P4S. Padahal itu jelas-jelas lahan masyarakat. Bahkan dalam ini, terkesan bupati ''memperkosa'' hukum untuk kepentingannya. Ini, yang sangat disesalkan kebijakan Bupati Kampar Jefry,'' kata guru di Kampar ini.
Senada disampaikanya Muhamad Inar selaku Datuk Besar di Desa Siabu, Kecamatan Salo, Kampar. Ia mengatakan, kebijakan Bupati Kampar Jefry Noer itu sangatlah tidak berpihak pada masyarakat. Sebab selama ini, terkesan lebih banyak kepentingan pribadi serta keluarganya.
''Artinya, tindak tanduk dilakukan itu merupakan pemimpin daerah untuk masyarakat. Banyak telah perbuatan dari Bupati Jefry Noer yang menyakiti hati masyarakat. Maka itu atas nama ninik mamak dan kemenakan di Kampar minta bupati mentaati aturan berlaku,'' tutup Muhammad. (rul)