PEKANBARU - Sebanyak 6 unit mobil pemadam kebakaran sampai dilokasi, setelah api terus merajalela membakar 5 unit kedai kayu semi permanen selama 30 menit, Sabtu (9/1/2016) pagi di Jalan SM Amin, Panam, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru, Riau.

Pantauan GoRiau.com, lokasi kebakaran yang berada di depan Jalan SM Amin, tidak menyulitkan tim pemadam kebakaran untuk menjinakan sijago merah. Hanya berselang sekitar 15 menit, api berhasil dipadamkan.

Udin (48), pemilik Udin Ekspres yang bergerak dibidang jasa ekspedisi, dimana kedainya ikut hangus terbakar menceritakan kronologis musibah kebakaran kepada GoRiau.com.

Dengan mata berkaca-kaca, pagi naas yang menghanguskan tempat usahanya itu berlangsung begitu cepat. Dikatakannya, ada 5 unit kedai kayu yang hangus terbakar, termasuk salah satunya miliki Udin yang berada di tengah.

"Tampek uruik paliang ujuang, bengke dinamo, tambal ban, kadai den, baru bengke oto si fadil. Aden takajuik mandangga urang bengke mamakiak-makiak minta toloang, dicaliak ruponyo api lah gadang. Ndak do aka lai, langsuang dikalua ka barang-barang nan bisa disalamaikan. Ko mah jadinyo, ndak sampai satangah jam abih sadonyo, dek karano bangunan dari kayu. (Kedai paling ujung yang terbakar tempat urut, lalu bengkel dinamo, tambal ban, kedai saya dan bengkel mobil fadil. Saya kaget mendengar pemilik bengkel berteriak-teriak minta tolong, saya lihat rupanya api sudah besar, tanpa berpikir panjang, langsung dikeluarkan barang-barang yang bisa diselamatkan. Inilah jadinya, tak sampai setengah jam habis semuanya, sebab bangunan dari kayu)," cerita Udin kepada GoRiau.com.

Selain menghanguskan 5 unit kedai kayu, ternyata ada satu truk yang parkir di depan bengkel dinamo ikut terbakar. Beruntung, truk BM 8812 AU ini hanya terbakar di bagian depan, sehingga tak menimbulkan ledakan besar.

Saat berita ini diposting, puluhan anggota pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Pekanbaru selesai bertugas. Mereka mulai mengulung pipa air untuk dinaikan kembali ke atas mobil damkar yang stand by di Jalan SM Amin.

"Ondeh, baa caronyo lai ko, barang-barang masih bautang, baa mambainyo lai, lah jadi arang sadonyo. (Gimana caranya, barang dagangan saya masih berhutang, gimana cara membayarnya, semua sudah jadi arang)," keluh Udin.***