
PEKANBARU - Langkah strategis akan diambil jajaran manajemen baru PT Bumi Siak Pusako (BSP) untuk meningkatkan produksi minyak dan mendukung ketahanan energi nasional. Sebagai perusahaan daerah satu-satunya yang dipercaya sebagai operator migas, BSP akan berusaha menjadi perusahaan migas perusahaan yang menguntungkan bagi daerah dan nasional.
Hal itu terungkap saat pertemuan Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Riau dengan manajemen PT BSP yang dikemas dalam agenda coffee morning, Kamis (20/8/2026).
Direktur PT BSP, Robi Junipa pada kesempatan itu menyampaikan betapa vitalnya peran industri minyak dan gas bagi perekonomian nasional maupun Riau. Ia menyebut saat ini Indonesia masih menghadapi tantangan defisit energi yang perlu diurai bersama.
"Kebutuhan konsumsi kita mencapai sekitar 1,7 juta barel per hari, sedangkan lifting minyak nasional baru di kisaran 590 ribu hingga 602 ribu barel per hari," urainya.
Kondisi ini menjadikan pengelolaan Wilayah Kerja (WK) migas yang dipegang oleh BSP berstatus sebagai proyek strategis nasional. Ia menjelaskan bahwa secara operasional, entitas bisnis BSP setara dengan perusahaan migas raksasa multinasional, dimana letak perbedaannya hanya pada kepemilikan aset yang dikuasai penuh oleh daerah.
Fokus Kerek Produksi dan Pengeboran
Dalam menahkodai perusahaan, mantan eksekutif Chevron dan Pertamina ini menetapkan visi Fix the Flow, Unlock the Value. Ia bertekad untuk memaksimalkan aliran produksi, komunikasi, dan kolaborasi guna melipatgandakan hasil produksi.
"Harapan kita dalam lima tahun ke depan, produksi BSP bisa naik dua kali lipat," terangnya.
Untuk mewujudkan target tersebut, manajemen dihadapkan pada sejumlah kendala teknis operasional. Ia mencontohkan adanya permasalahan aliran pipa tersumbat (waxing) serta perlunya pembenahan fasilitas produksi secara komprehensif.
Langkah konkret yang segera dikebut adalah penuntasan Komitmen Kerja Pasti (KKP). BSP merencanakan pengeboran tujuh sumur baru guna mengakselerasi tingkat produksi minyak harian.
"Secara teoritis, target tujuh sumur ini bisa selesai dalam 12 minggu, asalkan hambatan non-teknis seperti perizinan lahan dan penyelesaian isu sosial bisa segera kita urai," bebernya.
Selain pembenahan fasilitas di titik eksisting, perusahaan turut membidik potensi eksplorasi baru di lapangan Bekasap dan Kopar. Apabila lapisan cadangan minyak ini berhasil dibuka dan berproduksi, hasilnya diyakini mampu menopang keberlangsungan cadangan migas BSP hingga 25 tahun ke depan.
Benahi Internal dan Kejar IPO
Terkait peta jalan perusahaan, Robi membaginya ke dalam fase jangka pendek dan panjang. Pada satu hingga dua tahun pertama, fokus korporasi adalah memastikan kepatuhan (compliance) terhadap tata kelola migas nasional, peningkatan produksi, dan pencapaian target KKP.
Setelah stabilitas finansial dan teknis terbentuk, manajemen merancang target ekspansi strategis. Robi memiliki ambisi membawa BSP melantai di bursa efek guna memperkuat permodalan dan valuasi korporat.
"Setelah stabil, kita akan bergerak. Target jangka panjangnya adalah IPO dengan standar laporan keuangan internasional, serta beralih perlahan ke bisnis teknologi dan energi agar perusahaan memiliki valuasi besar dari nilainya, bukan sekadar dari komoditas," jelasnya.
Untuk mencapai level tersebut, ia menegaskan pentingnya pembenahan internal tata organisasi yang melibatkan ratusan karyawan inti dan puluhan ribu tenaga kerja kontraktor.
Pengawalan Kritis Media Siber
Menanggapi pemaparan terbuka dari direksi, Ketua AMSI Riau, Firman Agus menyatakan bahwa insan media siber yang bergabung dalam AMSI Riau siap menjadi mitra kritis yang konstruktif. Keterbukaan informasi ini dinilai penting untuk memberikan gambaran utuh bagi redaksi media.
"Dengan mendapatkan lebih banyak latar belakang kondisi teknis di dalam tubuh BSP, kami di redaksi memiliki pijakan yang jelas tentang bagaimana mengambil sikap dalam pemberitaan," paparnya.
Ia menambahkan, kritikan dan pengawasan yang disuarakan oleh media selama ini tidak bertujuan mencari kesalahan, melainkan menjaga aset daerah agar terhindar dari salah urus.
"Tujuan utamanya adalah bagaimana kita menjaga warisan ini bersama, memastikan BSP berjalan transparan dan terus memberikan kontribusi nyata untuk kesejahteraan masyarakat dan daerah," pungkasnya. ***