BENGKALIS, GORIAU.COM - Hujan lebat yang terus melanda Bengkalis, Riau sebulan terakhir, telah menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat. Air tidak hanya menggenai kebun-kebun warga, tapi sebagian besar ruas jalan tertutup air dan menyebabkan rusaknya ruas jalan.

Seperti yang dialami warga Dusun Penurun Desa Muntai, Keruang dan Pancur Desa Kembung Luar serta Dusun Tasik Desa Pematang Duku, Bantan.

Sundari (45 tahun), warga Desa Muntai Kecamatan Bantan, Minggu (11/11/2012 menceritakan kondisi yang terjadi di kampung mereka. Menurutnya, sejumlah jalan poros rusak parah karena selalu tegenang air dan hampir setiap hari ada saja mobil yang terpuruk.

''Kalau memang ada proyek yang masuk mohon disegerakan pengerjaannya, karena kondisi jalan di Penurun sudah sangat parah. Kami memang dengar ada dana perawatan jalan yang dianggarkan di APBD Perubahan, mohon segera ditimbun,'' harap Sun.

Terkait proyek reguler di APBD Murni, kata Sun memang ada proyek peningkatan jalan dari Bantan Air menunju Pambang dan sebaliknya dari Pambang menuju Bantan Air. Namun proyek tersebut hanya  beberapa kilometer dan dipastikan tidak sampai ke Penurun.

''Kalau berharap proyek reguler yang sekarang sedang dikerjakan di Pambang itu kami yakin tidak sampai ke tempat kami, karena anggarannya sangat terbatas dan waktu pengerjaannya juga terbatas. Makanya kami berharap pada anggaran perawatan jalan yang dialokasikan di APBD perubahan,” kata Sun lagi.

Kondisi terparah lainnya terjadi di dusunn Tasik desa Pematang Duku Kecamatan Bengkalis. sempat akan dibangun dengan anggaran Rp 4 miliar, namun kemudian dirubah dengan penimbunan base. Saat ini kondisi jalan tersebut sangat parah, warga juga berharap pengerjaan proyek penimbunan base tersebut segera dilakukan.

“Dalam sebulan terakhir hampir setiap hari turun hujan, bisa dibayangkan kondisi jalan Tasik bertambah hancur dan berlubang. Kalau memang tahun ini dapat proyek penimbunan,mohon dipercepat, sebab kondisi jalan sekarang tidak bisa lagi dilewati mobil,” tukas Tohirin warga Tasik.

Waktu yang tersisa untuk pengerjaan proyek hanya sekitar 40 hari lagi, jika tidak dimulai dari sekarang, mereka kawatir proyek tersebut tidak akan selesai. “Memang kerjaannya hanya menimbun base, tapi kan tidak cma ditimbun, tetap harus digledor. Itupun kalau materialnya lancar-lancar saja, kalau terjadi kendala bagaimana,” imbuh Tohirin.

Seperti pernah disampaikan Kadis Binamarga dan Pengairan, HM Nasir, bahwa proyek penimbunan base dusun Tasik segera dikerjakan. Dirinya yakin, proyek tersebut selesai tepat waktu, karena hanya penimbunan. (wsr)