BENGKALIS, GORIAU.COM - Hujan lebat yang mengguyur Kota Bengkalis dan sekitarnya sejak dua hari terakhir membuat puluhan desa di daerah in terendam banjir. Banjir yang terjadi kali ini terbilang paling parah, di beberapa desa air naik hingga dada orang dewasa. Sampai Selasa (23/12/2014) siang, sudah ratusan keluarga diungsikan, bahkan di beberapa tempat hujan masih turun dengan lebat.

Selain diakibatkan tingginya curah hujan yang turun dalam dua hari terkahir, banjir di beberapa tempat juga disebabkan air pasang keling yang sedang naik. Di kota Bengkalis misalnya, kondisi terparah terjadi di simpang SD 04-Wonosari Barat, sejumlah rumah terendam banjir. Begitupun di Senggoro persisnya di sekitar jalan Bantan, banjir juga merendam sejumlah rumah warga.

Tidak hanya di Bengkalis kota, banjir parah juga merendam hampir seluruh desa di Kecamatan Bantan, desa Jangkang, Ulu Pulau, Teluk Pambang, Bantan Air, Bantan Tua, Kembung Luar, Teluk Lancar dan lainnya. ''Air sudah masuk dalam rumah, bahkan sudah setinggi lutut orang dewasa,'' ujar Firdaus warga Kembung Luar, Selasa (23/12/2014).

Kondisi serupa juga terjadi di Desa Teluk Pambang, menurut salah seorang warga, Sudin (35), sejumlah rumah mulai terendam. Dikawatirkan banjir akan terus meninggi, mengingat hujan lebat masih saja turun hingga siang kemarin.

Tidak hanya di Kecamatan Bantan, di Kecamatan Bengkalis juga terjadi banjir hebat. Selain di wilayah perkotaan, desa-desa bagian Bengkalis Timur seperti, Kelemantan, Sekodi, Pematang Duku, Ketamputih dan sejumlah desa lainnya juga terendam.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah-Pemadam Kebakaran (BPBD-Damkar), Mohammad Djalal dihubungi mengatakan, dirinya msih berada di lokasi banjir di Kecamatan Siak Kecil. Selain di pulau Bengkalis banjir juga menerrjang desa-desa di Bukit Batu dan Siak Kecil.

''Saya sekarang masih di Siak Kecil, banyak juga desa yang terendam, seperti Sadar Jaya, Lubuk Gaung dan beberapa desa lainnya. Sudah puluhan kelurga yang kia evakuasi. Untuk sementara menumpang di rumah-rumah saudara yan tidak terendam banjir,'' katanya.

Begitupun di Bukit Batu, kata Djalal di desa Pakning Asal, sudah 30 KK yang diungsikan ke rumah tetangga yang tidak terendam. ''Untuk Siak Kecil dan Bukit Batu saja sekitar 80 KK yang diungsikan,'' sebutnya.

Sedangkan di Kecamatan Bantan, sesuai laporan yang diterima banjir terparah terjadi di desa Ulu Pulau, kedalaman banjir hingga dada orang dewasa. ''Kita sudah terjungkan anggota kesana untuk melihat kondisi dan mengantisipasi langkah penyelamatan yang akan dilakukan. Anggota kita juga membawa perahu karet, karena tadi katanya ada warga yang terjebak di dalam rumah,'' ujar Jalal.

Soal posko pengungsi, kata Jalal pihaknya masih meliha kondisi banjir hingga sore hari ini, jika memang air belum juga surut maka posko akan didirikan sebagai tempat penampungan warga yang terkena musibah banjir. ''Kita lihat dulu perkembangannya, apakah saat air surut nanti banjir masih dalam, kalau masih dalam kita akan dirikan posko,'' ujar Jalal.(jfk)