DURI - Seorang laki-laki berinisial C (37) warga Desa Boncah Mahang, Kecamatan Bathin Solapan, Kabupaten Bengkalis, Riau, dihakimi massa (warga, red) karena diduga berantem dengan istrinya.

Informasi yang dirangkum GoRiau.com, awalnya sempat terjadi perselisihan antara C dengan P, yang juga warga Desa Boncah Mahang, Rabu (20/12/2017) lalu. C sempat memberikan ancaman kepada P. Namun, hal ini dapat diselesaikan oleh Bhabinkamtibmas Desa Boncah Mahang.

Hari Kamis (21/12/2017) kemarin, C berantem dengan istrinya dan berakhir dengan pemukulan terhadap istri C. Karena tak tahan dengan perilaku C, istrinya keluar rumah untuk meminta pertolongan kepada warga.

Warga sekitar Jalan Simpang Puncak kilometer 3 sempat mendamaikan C dengan istrinya. Namun, C tidak merasa senang dan mengancam dengan parang karena telah membela istrinya. Keributan pun terjadi dan C pun melakukan pengrusakan beberapa rumah warga Simpang Puncak.

Pada hari yang sama sekia pukul 18.30 WIB, datang ratusan warga meminta pertanggungjawaban C atas kerusakan rumah warga lainnya yang diperbuat C. Karena tidak senang didatangi warga, C lalu mengejar warga dengan sebilah parang.

Warga pun melakukan perlawanan dengan melemparkan C dengan batu bata. Karena sudah merasa terpojok, C akhirnya dihakimi massa. C pun sempat dilarikan ke RSUD Mandau, namun nyawanya tak tertolong lagi.

Kapolres Bengkalis, AKBP Abas Basuni saat dikonfirmasi GoRiau.com membenarkan C dihakimi massa. Karena luka disekujur tubuhnya, C dilarikan ke rumah sakit.

"Karena luka serius C akhirnya meninggal dunia," ujar AKBP Abas, Jumat (22/12/2017).

Saat ini polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan melakuka penyelidikan. ***