
TELUKKUANTAN – Angka kemiskinan di Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau mengalami penurunan dari tahun ke tahun. Secara statistik, tahun 2025, angka kemiskinan Kuansing berada pada angka 6,99 persen, turun 0,9 persen dibanding pada tahun 2024.
Demikian disampaikan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kuansing Hendra Roza, Rabu (15/4/2026) pagi di Telukkuantan.
Secara regional di Provinsi Riau, peringkat kemiskinan Kuansing pada tahun 2025 berada di posisi kelima, menunjukkan peningkatan performa dibandingkan tahun 2024 yang berada di urutan keempat.
"Tahun 2025, Kuansing berada pada peringkat lima di Riau, sedangkan tahun 2024, kita berada pada peringkat empat. Ini tren positif dalam penanggulangan kemiskinan di Kuansing," kata Hendra Roza.
Dikatakan Hendra, turunnya angka kemiskinan di Kuansing disebabkan beberapa faktor, di antaranya meningkatnya harga hasil pertanian, seperti kelapa sawit dan padi. Selain itu, event pacu jalur juga mendongkrak pertumbuhan ekonomi dan menekan angka kemiskinan.
Meskipun tren menurun, tantangan ekonomi tetap menjadi prioritas. Menurutnya, Kuansing masih menghadapi tantangan biaya hidup yang tinggi. Garis kemiskinan di kabupaten ini tercatat sebesar Rp751.174, nilai tertinggi ketiga di Provinsi Riau setelah Kota Pekanbaru dan Kabupaten Bengkalis.
"Kita akan targetkan (angka kemiskinan) turun secara signifikan pada tahun 2027 mendatang. Karena itu, perlu penyelarasan antara program daerah dan program nasional," kata Hendra Roza.***