SELATPANJANG - Wakil Bupati Kepulauan Meranti Drs H Said Hasyim mewanti-wanti pihak Desa Tenggayunraya, Kecamatan Rangsangpesisir agar pabrik kerupuk ikan yang dibangun tak jadi monumen belaka. Pasalnya, bangunan itu dibuat jauh dari pemukiman warga.

"Jangan sampai bangunan ini jadi monumen. Karena lokasinya jauh, pengrajin kerupuk ikan enggan datang," kata H Said Hasyim saat monitoring dan evaluating terhadap pembangunan di Tenggayunraya, Kamis (3/11/2016).

Baca Juga: Monev Kegiatan Pembangunan di Pulaumerbau, Said Hasyim Naik Trail

H Said Hasyim juga menegaskan jangan sampai ada kekurangan fasilitas di pabrik kerupuk ikan yang dibangun Badan Pengelola Perbatasan itu. "Pokoknya jangan sampai bangunan ini mubazir karena tidak dapat dimanfaatkan masyarakat," ujar H Said Hasyim lagi.

Baca Juga: Monev di Puskesmas, Diskes Inhil Ajarkan Pelaksanaan Program KIA KB dan Gizi

Di tempat yang sama, Kepala Desa Tenggayunraya Haiwar mengatakan pabrik kerupuk ikan itu sengaja dibangun agak jauh dari pemukiman warga. Karena, khawatir akan menimbulkan bau tak sedap dari bahan baku ikan dan udang. Sehingga bisa mengganggu kenyamanan masyarakat setempat.

Sementara itu, Kepala BPP Khairul Amri mengatakan, meski bangunan sudah siap 100 persen, masih ada penambahan alat. Dimana, nantinya akan diletakkan mesin. Mesin itu, kata Amri lagi, sudah ada tinggal menunggu waktu untuk dipasangkan.

Selain di Tenggayun Raya Kecamatan Rangsangpesisir, bangunan sama juga dibangun di Desa Anaksetatah Kecamatan Rangsangbarat untuk pengolahan sirup mangrove. Nilai dua bangunan dan mesin ini, menelan anggaran sebesar Rp800 juta. ***#Semua Berita Kep Meranti, Klik di Sini