
PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai memberikan peringatan keras kepada pemerintah kabupaten dan kota seiring munculnya titik api di enam wilayah. Desakan untuk segera menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) mulai disuarakan guna mempercepat akses bantuan dan koordinasi penanganan.
Kepala BPBD Riau, M Edy Afrizal mengatakan, penetapan status siaga di tingkat provinsi baru bisa dilakukan jika minimal dua daerah telah terlebih dahulu menetapkan status serupa. Saat ini, meskipun api sudah menjalar di enam kabupaten/kota, penanganan masih mengandalkan kekuatan di tingkat lokal.
"Kita sudah mendorong kabupaten/kota yang berpotensi bencana Karhutla agar segera mempertimbangkan membuat status siaga. Kita kan masih berstatus bencana hidrometeorologi hingga akhir bulan ini," ujar Edy Afrizal, Kamis (29/1/2026).
Kondisi cuaca di Riau saat ini sedang dalam fase transisi yang menipu. Setelah diguyur hujan lebat, suhu udara mendadak memanas yang memicu munculnya titik api. Berdasarkan data BMKG, tercatat 45 hotspot atau titik panas yang tersebar, dengan konsentrasi terbanyak di Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 23 titik, disusul Bengkalis 12 titik, serta Dumai, Pelalawan, dan wilayah lainnya.
Edy menambahkan bahwa status siaga darurat banjir dan longsor (hidrometeorologi) akan berakhir otomatis pada 31 Januari mendatang. Setelah itu, fokus penuh akan dialihkan pada ancaman kekeringan dan api.
"Secara otomatis akan berakhir, sekarang ini kita menunggu kalau ada daerah yang menetapkan status siaga Karhutla, karena Karhutla sudah terjadi di 6 daerah," ungkapnya.
Senada dengan itu, Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, menegaskan telah berkoordinasi dengan Forkopimda Riau untuk memperketat pengawasan di lapangan. Ia memberikan peringatan keras kepada korporasi maupun masyarakat agar tidak memanfaatkan cuaca panas ini untuk membersihkan lahan dengan cara dibakar.
"Untuk antisipasi Karhutla kami sudah membahas bersama dengan Forkopimda Riau. Upaya-upaya pencegahan Karhutla juga langsung dilakukan bersama. Kami juga mengimbau kepada masyarakat untuk menjaga. Jangan membuka lahan dengan cara membakar," tegas SF Hariyanto. ***