
RENGAT, GORIAU.COM - Lembaga Adat Melayu Riau (LANR) akhir turun ke Desa Usul, Batang Gansal, Indragiri Hulu setelah mendapat informasi adanya makam bersejarah dan kawasan adat yang masuk kawasan hutan produksi terbatas pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi dan Nasional. Setelah ditelusuri, akhirnya LAMR dan Pemkab Inhu sepakat akan melakukan pengukuran ulang.
Rombongan Lembaga Adat Melayu (LAM) Provinsi Riau saat sampai di Indragiri Hulu langsung ini meninjau tanah adat yang ternyata lokasinya juga bertepatan di lokasi salah satu usaha penambangan batu andesit di Desa Usul, Kecamatan Batang Gansal. Dan setelah menghimpun informasi, saat ini ternyata kawasan itu masuk dalam kawasan hutan produksi terbatas.
Ketua LAMR Riau melalui Bidang Hukum dan Advokasi, Abu Bakar didampingi tokoh Riau Drs Marjohan Yusuf dan sejumlah rombongan serta pengurus LAMR Kecamatan Batang Gansal mengatakan dari kondisi yang ada sekeliling Desa Usul ditemukan juga perkebunan karet rakyat, hutan tanaman rakyat (HTR), usaha penambangan batu andesit, pemukiman penduduk dan makam bersejarah yang telah berusia ratusan tahun.
Untuk memastikan Desa Usul menjadi kawasan hutan produksi terbatas, tambahnya, perlu adanya peninjauan ulang wilayah. ''Untuk itu kita menurunkan tim tekhnis Dinas Kehutanan dan BPN Inhu agar disinkronisasikan data kawasan hutan terhadap terhadap Rencana Ruang Tata Ruang Wilayah Prvinsi maupun Nasional. Masalahnya masyarakat desa ini telah menempati areal tersebut, ratusan tahun. Alangkah naifnya jika di RTRW, Desa Usul masukkan dalam hutan produksi terbatas,'' ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kehutanan Inhu, Seno Hadji melalui Bagian Program, Rustam mengatakan pihaknya akan menyesuaikan dengan RTRWP.
Sementara itu Kepala BPN Inhu, Subiakto SH melalui stafnya Sudar, didampingi Kepala Desa Usul Satarhakim, Ketua LAM Batang Gansal Mustar, Wakil Ketua LAMR Herman, pemangku adat Desa Usul Matnali (70 dan sejumlah tokoh masyarakat, mengatakan dari sejumlah titik koordinat sudah dilakukan perekaman dan data itu nantinya akan digunakan untuk dilakukan penyesuaian. (wsr)