Traffic Light yang seyogyanya untuk mengatur lalu lintas di persimpangan jalan tidak diindahkan sebagian besar warga Selatpanjang, Kepulauan Meranti, Riau. Meski sedang berwarna merah, warga jarang sekali menghentikan kendaraannya.

Pantauan GoRiau di beberapa titik traffic light di Kota Selatpanjang, jarang sekali terlihat di'hargai' warga yang sedang melintasi. Baik siang apalagi malam hari.

Agar warga tertib, biasanya pada siang hari ada petugas dari Dishub yang berjaga-jaga untuk mengatur lalu lintas meski traffic light berfungsi dengan baik. Warga pun terlihat mematuhi arahan dari personil dishub.

Namun, apa yang terjadi jika di persimpangan tepatnya di lokasi traffic light itu tidak dijaga?, dapat dipastikan tidak akan banyak pengendara yang mengikuti perintah lampu yang memiliki tiga warna itu. Hijau, kuning, merah, warga tetap saja seenak hati belok-lurus-lurus lagi, belok lagi.

Pemandangan ini sudah biasa disuguhkan pengendara di Selatpanjang.

Kamis (17/12/2015) malam, sekitar pukul 19.00 WIB, saat GoRiau melintasi persimpangan Jalan Kartini - Tengku Umar, lampu jalan berwarna merah. Sepeda motor Vespa yang dikendarai sengaja dihentikan di tengah jalan. Beberapa pengendara dari belakang dengan sengaja melintasi tanpa memperhatikan lampu merah itu.

Setelah beberapa menit lampu hijau menyala. Menunjukkan bahwa giliran yang dari Jalan Kartini melintasi persimpangan. Baru mulai menarik tali gas motor, tiba-tiba dari arah kiri (persimpangan, red) muncul sepeda motor jenis Supra X dan hampir bertabrakan dengan GoRiau.

Sriiiit...terdengar jelas bunyi rem kedua kendaraan bermotor yang hampir bertabrakan itu.

Tanpa merasa bersalah, si pengendara sepeda motor Supra X itu buru-buru meninggalkan persimpangan dan tancap gas memasuki Jalan Kartini.

Peristiwa melanggar aturan lalu lintas (melanggar perintah traffic light) ini tak ubahnya iklan di televisi. Dimana, pengendara baru akan mematuhinya rambu-rambu lalu lintas apabila ada yang menjaga jalan tersebut, entah itu polisi atau dishub. ***