PEKANBARU, GORIAU.COM - Meski sistem kasta sudah hilang puluhan tahun silam dari bumi Riau, namun tidak di Pekanbaru. Seperti yang terlihat di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pekanbaru. Jika Ketua dan Wakil Ketua serta Sekwan DPRD Pekanbaru naik mobil mewah yang dianggarkan pakai uang rakyat senilai Rp 5,1 miliar ke kantor, tapi para anggotanya hanya pakai sepedamotor.


Bahkan pengadaan mobil mewah untuk Ketua, Wakil Ketua dan Sekwan DPRD Pekanbaru ini mengalahkan mobil Walikota Pekanbaru, Firdaus MT. Walikota saat ini hanya menggunakan Kijang Innova sebagai kendaraan dinas.


Hal ini dibenarkan anggota DPRD Pekanbaru, Yusrizal dari Fraksi PKB. ''Mobil mewah yang diadakan itu peruntukkannya untuk ketua, wakil ketua dan sekretaris DPRD, kalau anggota masih pakai kendaraan sendiri, seperti saya masih pakai sepedamotor saja,'' ujarnya saat ditanya wartawan kenapa masih pakai sepedamotor ke kantor, Senin (16/2/2015).


''Ini yang kita kesalkan, mestinya sekwan ini lebih mendahulukan kepentingan anggota DPRD dari pada dirinya, sebab Sekwan ini adalah pembantu DPRD bukan bosnya DPRD, kalaupun mau membeli mobil operasional mestinya tidak harus Harrier, karena Walikota saja menggunakan Toyota Innova,'' tutur Yusrizal.


Yusrizal sudah 6 bulan dilantik sebagai anggota DPRD Pekanbaru sampai saat ini masih menggunakan Sepeda Motor untuk berangkat ke kantornya, meskipun tidak ada keluhan dari dirinya, namun ini merupakan pemandangan yang cukup miris dipandang mata.


''Saya tidak masalah, mau pakai motor sekalipun saya tetap ke DPRD karena inilah saya dan apa adanya, namun yang saya kesalkan dari Sekwan ini kenapa pembagian Mobdin ini tidak adil, sedangkan kami ini anggota DPRD yang sama-sama dipilih oleh masyarakat,'' ucapnya.


Dicontohkan Yusrizal, Fraksi Hanura dan PKB memiliki jumlah anggota DPRD yang sama yakni empat orang, namun anggota Fraksi Hanura seluruhnya sudah mendapatkan Mobdin sedangkan PKB baru satu yang mendapatkan Mobdin, apakah ini adil, tuturnya.


Disamping itu, ada kesan bahwa pembagian Mobdin ini berdasarkan kekuatan partai dan kedekatan Sekwan dengan DPRD. ''Kalau partainya ditakuti maka Mobdin dibagikan, kemudian kalau pandai ''menjilat'' kepada Sekwan maka dapatlah Mobdin itu,'' ketus Yusrizal.


Nah, ada-ada saja Sekwan DPRD Kota Pekanbaru ini. Walau eselon II mobilnya sudah mengalahkan ''sang toke'' Walikota. Hati-hati pak, bisa kena cabut 'tali aki''. (wa)