
PEKANBARU, GORIAU.COM - Setelah selesai melakukan orasi di kantor Walikota. Ratusan guru langsung mengantarkan aspirasi terkait pemotongan dana sertifikasi ke DPRD Kota Pekanbaru, Rabu (24/62015). Kedatangan pendemo yang rata-rata ibu guru ini langsung disambut Komisi III yang membidangi masalah pendidikan.
Di depan gedung wakil rakyat, para guru masih menyampaikan masalah sama tentang pemotongan dana sertifikasi. Menurut mereka, kebijakan Disdik tidak bermoral, karena tanpa sosialisasi dan dipotong tidak sesuai dengan apa yang menjadi dasar kesalahan mereka.
"Kami tidak mempermasalahkan dipotong dana sertifikasi itu. Tapi pemotongan harus jelas alasannya. Masa kami sakit satu hari langsung dipotong satu bulan, kebijakan macam apa," sebut salah seorang guru," sebutnya.
Ketua Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Ir Nofrizal MM didampingi beberapa anggota di depan teras gedung dewan mengatakan, pemotongan dana sertifikasi oleh Disdik memang tidak ada dasar yang kuat. Karena itu pihaknya akan mempertanyakan masalah tersebut ke pihak terkait.
"Saya sudah bolak balik baca Juknis (Petunjuk Teknis) yang dikatakan sebagai dasar pemotongan oleh Disdik, ternyata tak ada satu kata pun yang membolehkan pemotongan," kata Nofrizal.
Sebagai wakil rakyat, Nofrizal mengaku pihaknya akan memperjuangkan masalah guru ini agar terselesaikan dengan baik. Pihaknya juga berjanji akan membawa Dinas Pendidikan ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menterjemahkan Juknis dimaksud. "Setelah itu kami akan ke Komisi IX DPR RI untuk mempertanyakan aturan ini. Apakah aturan kementerian ini sudah berkonsultasi dengan DPR," tegasnya disambut teriakan dukungan dari para guru.
Saat ini perwakilan para guru didampingi Ketua PGRI Riau M. Syahril tengah melakukan pertemuan tertutup dengan Komisi III untuk mengambil kesimpulan bersama terkait masalah ini. Sayangnya dari pagi berjuang, Ketua PGRI Kota Pekanbaru Drs Jakiman Mpd tidak terlihat.(rul)