
BAGANSIAPIAPI - Anjloknya harga minyak dunia berpengaruh besar pada keuangan daerah Rohil. Selama ini sebagian besar dana APBD Rohil berasal dari dana perimbangan atau Dana Bagi Hasil (DBH) Migas. Dengan anjloknya harga minyak, maka DBH yang diterima Rohil pun jauh berkurang.
Anggota komisi A DPRD Rohil Afrizal mengatakan, saat ini Rohil sedang dalam kondisi defisit anggaran, kepincangan anggaran untuk pembangunan Rohil sudah sanfta miris.
''Saat ini kita sdah akan melangkah ke dalam fase prihatin, karena pendapatan daerah dari sector migas yang selama ini menjadi penyokong utama anggaran kita, yaitu dari minyak bumi terus merosot” tandas Afrizal pada hari Jumat (1/4/2016)
Dengan harga minyak dunia yang terus turun ke level terendah, maka akan menimbulkan banyak kendala dalam pembangunan Rohil. Terlebih lagi, kata Afrizal, saat ini Rohil sedang dalam euforia tinggi untuk membangun infrastruktur yang anggarannya sangat besar.
Beberapa titik jalan akan dibangun dengan program multi years, tentu hal ini memerlukan banyak dana dan tidak sedikit uang APBD yang akan disedot untuk pembangunan tersebut.
''Program pembangunan untuk tahun ini hamper semuanya multi years, tentu ini memakan dana yang tidak sedikit. Pembangunan tersebar dibeberapa titik. Untuk pembangunan ini saja kemungkinan besar dana APBD itu sudah tersedot cukup banyak, bagaimana pula anggaran untuk sektor lainnya, seperti pendidikan dan kesehatan,'' tambah Afrizal.
Ia berharap pemerintah Rohil yang baru nantinya bisa menyiapkan langkah alternatif untuk menaikkan kembali APBD Rohil dan juga melakukan kejar bola untuk digunakan membangun daerah. (Adv/DPRD)