TEMBILAHAN, GORIAU.COM - Mengingat 70 persen penduduk Indragiri Hilir (Inhil) bermata pencaharian sebagai petani kelapa, maka Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Inhil meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Inhil untuk lebih memperhatikan nasib para petani kelapa, dimana saat ini jumlah buah yang dihasilkan dari pohon kelapa semakin berkurang akibat pohon kelapa yang terendam air laut.

Seperti yang dikatakan Ketua Komisi 2 DPRD Inhil, Junadi Jumat (8/1/2015) Pemkab seharusnya lebih mengutamakan nasib para petani dengan selalu memberikan apa yang diperlukan mereka seperi salah satunya pembuatan tanggul untuk manahan intusi air laut.

''Saat ini yang paling dibutuhkan petani itu tanggul, Pemkab melalui Disbun seharunya memprioritaskan itu,'' ujar Politisi Partai Golongan Karya ini.

Ia juga mengatakan, pembuatan tanggul yang dibutuhkan di seluruh Inhil ini adalah sepanjang 400 KM namun tahun Pemkab baru sanggup menganggarkan sepanjang 200 KM.

''Tahun ini mestinya Disbun cepat mengerjakan yang 200 KM itu, jangan sampai habis tahun anggaran tak tekerjakan seperti tahun sebelumnya. Sudahlah hanya mampu menganggarkan 200 KM jika tak selesai juga mengerjakan bisa tambah menderita petani kita,'' tambahnya.(ayu)