
PEKANBARU, GORIAU.COM - Kekecewaan melanda sebagian besar orang Riau terkait pemindahan tempat penyelenggaraan Islamic Solidarity Games (ISG) III dari Riau ke Jakarta. Kini nada frustasi semakin menjadi-jadi setelah diketahui, kesepakatan pemindahan ternyata karena mempertimbangkan pendapat dua akademisi Riau, Rektor Universitas Islam Riau Deftri Karya dan Dekan Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiah Riau (UMRI) Andi Yusran pada rapat yang digelar KOI dan Menpora.
''Kita sangat kecewa setelah mengetahui, kalau putusan yang dibuat Menpora karena mempertimbagkan masukan dua akademisi Riau, Detri Karya dan Andi Yusran. Mereka bukanlah representasi masyarakat Riau. Keduanya juga bukan perwakilan masyakarat Riau, anehnya kok didengar,'' ujar Ketua Komisi A DPRD Riau, H Masnur SH, Jumat (3/5/2013).
Dikatakan, pihaknya dari Komisi A DPRD Riau sangat tidak bisa terima jika pemindahan ISG ke Jakarta karena mempertimbangkan masukkan dari dua akademisi itu. ''Ini adalah marwah Riau yang telah diperjuangkan. Dan dua orang akademisi itu bukanlah perwakilan masyarakat Riau,'' tegas politisi Golkar ini nada tinggi.
Masnur mengatakan, kalau masalah kesiapan Riau sebagai bagian tuan rumah dari ISG itu sudah ada kesepakatan eksekutif dan legeslatif. Bahkan dalam anggaran, sambungnya, sudah tersedia dan disepakati sebesar Rp45 miliar. Untuk itu, usulan dan masukan disampaikan kedua akademisi tersebut sangat disesalkan.
''Seharusnya, kedua akademisi itu terlebih dahulu melakukan koordinasi dengan eksekutif dan legeslatif. Karena untuk menyukseskan iven penyelenggaraan ISG di Riau sudah tersedia anggaran. Bahkan seingat saya sejumlah venue-venue eks PON yang digunakan untuk ISG itukan sudah ada direnovas,'' terangnya. (rdi)