
PEKANBARU - Belasan massa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Rokan Hulu (Himarohu) dan Mahasiswa Peduli Masyarakat Riau (MPM Riau) mendatangi Kantor Gubernur Riau untuk mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar segera mengusut tuntas dugaan kasus suap pengesahan RAPBD Riau Tahun 2014/2015, yang melibatkan mantan Ketua DPRD Riau Periode 2009-2014, Johar Firdaus dan Bupati Rokan Hulu Suparman.
"Kami ingin pemerintah daerah mendukung KPK untuk menangkap tersangka korupsi Johar Firdaus dan Suparman," ungkap Koordinator Aksi, Risky Ananda Pablo kepada GoRiau.com, Kamis (2/6/2016) di Kantor Gubernur Riau.
Selain itu, belasan massa yang mengatasnamakan peduli masyarakat Riau ini menyampaikan dukungannya agar KPK tak segan-segan untuk membangun kantor cabang KPK di Riau. Menurutnya, keberadaan KPK di daerah dirasa sangat perlu untuk menelisik perputaran roda pemerintah di bumi Lancang Kuning ini, mengingat sudah ketiga kalinya masyarakat Riau harus kehilangan Gubernurnya terdahulu karena mereka berurusan dengan KPK.
"Wacana untuk membangun hidden office KPK di Riau juga sangat kami nantikan. Agar tercipta lingkup pemerintahan di Riau yang bersih dari korupsi," tegasnya.
Tak berselang lama usai berorasi , belasan massa ini membubarkan diri secara tertib. Mereka berencana menyusul jajaran petinggi Pemprov Riau yang dikabarkan sedang menggelar pertemuan di Hotel Swiss-Belinn, Pekanbaru. "Tidak ada pejabat disini, kabarnya mereka sedang berkumpul di Hotel Swiss-Belinn. Kami akan menyusul kesana," pungkasnya. ***