
RENGAT – Suara dentingan pedang dalam upacara Pedang Pora saling bersautan di halaman Mapolres Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau, Senin (19/1/2026) pagi.
Suara tersebut bukan sekedar suara seremonial, melainkan sebagai penanda berakhirnya pengabdian, AKBP Fahrian Saleh Siregar, sebagai Kepala Kepolisian Resort Indragiri Hulu.
Dentingan pedang pora itu, juga sebagai pengiring Fahrian bersama isteri, Ny Yulia Rachmayanti Fahrian, menuju tempat tugas yang baru sebagai Kapolres dan Ketua Bhayangkari di Kabupaten Bengkalis.
Prosesi dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Kapolres Inhu AKBP Eka Ariyandi Putra bersama istri berdiri di barisan terdepan, memberikan penghormatan dan mengantar pejabat lama melewati lorong pedang sebagai simbol penghargaan institusi.

Personel Polri tampak berbaris rapi mengenakan Pakaian Dinas Lapangan, sementara Bhayangkari hadir anggun dengan Pakaian Seragam Harian (PSH) berwarna merah muda.
AKBP Fahrian Saleh Siregar, SIK, MSI, dilantik sebagai Kapolres Inhu pada, Kamis (18/7/2024) silam, dan hari ini Senin (19/1/2025) harus meninggalkan Inhu demi menunaikan tugas negara sebagai Kapolres di Negeri Junjungan.
Ada banyak kenangan dan prestasi dan yang dia tinggalkan di Bumi Sejuta Sungkai ini. Yakni, berhasil menggulung ratusan budak narkoba. Mulai dari pemakai, kurir hingga raja dan bahkan ratu narkoba Inhu yang puluhan tahun tak tersentuh hukum berhasil dia gulung dan dikirim ke hotel prodeo.
Ayah empat anak itu juga, tercatat sebagai Kapolres yang berani memiskinkan alias menyita aset berharga milik gerbong narkoba. Total aset yang disita mencapai angka Rp5,4 Miliar dari terpidana Mak Gadi Sang Ratu Narkoba Inhu.
Begitu juga dengan pelaku kejahatan lainnya, dia gulung tanpa ampun, hingga mengukir sejarah dalam pengungkapan perkara curanmor terbanyak sepanjang Mapolres Inhu berdiri.
Disisi lain, mantan Kasubdit Paminal Bid Propam Polda Riau itu juga berhasil merubah wajah Mapolres Inhu menjadi lebih terang dan berwarna. Selama memegang tongkat komando, Alumni Akpol 2005 itu juga berhasil meninggalkan kenangan yang tak mungkin bisa dilupakan, baik bagi personel maupun masyarakat Kabupaten Inhu.
Yakni pembangunan masjid, Al-Fakhri di komplek Mapolres Inhu, pembangunan gedung kantor dan pertemuan, pagar serta pos penjagaan yang berdiri kokoh di setiap sisi Mapolres Inhu.
Jauh sebelum menginjak kan kaki di Bumi Melayu, ternyata pria yang lahir pada, 10 September 1983 di Kota Pinang, Labuhan Batu Selatan, Sumut tersebut juga telah beberapa kali menduduki jabatan penting di luar Polda Riau, seperti Kasi STNK Subdidreggiden Dit Lantas Polda Jatim Tahun 2018, dan Kasat Lantas Sidoarjo Tahun 2021.
Kasi Humas Polres Inhu, Aiptu Misran menyebutkan bahwa sebelum pelaksanaan prosesi pedang pora, Kapolres Inhu AKBP Eka Ariyandi Putra, terlebih dahulu mengalungkan bunga kepada, AKBP Fahrian Saleh Siregar, sebagai simbol penghormatan dan apresiasi atas pengabdian yang telah diberikan selama menjabat sebagai Kapolres Inhu.
"Tradisi Pedang Pora merupakan tradisi kehormatan di lingkungan Polri yang dilaksanakan sebagai bentuk penghargaan kepada pejabat yang melaksanakan alih tugas atau mengakhiri masa jabatan," singkat Misran. ***