
PEKANBARU –Rangkaian Seminar Green Cities Mayors Council (GCMC) Indonesia-Malaysia-Thailand Growth Triangle (IMT-GT) ke-9 berlanjut dengan kunjungan lapangan ke SMP Negeri 4 Pekanbaru, Rabu, 5 Agustus 2026. Delegasi kepala daerah dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand diajak melihat langsung penerapan konsep Green City yang telah dijalankan sekolah tersebut.
Kunjungan itu dipimpin langsung Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho bersama para delegasi usai mengikuti seminar di Hotel Pangeran. SMP Negeri 4 Pekanbaru dipilih karena menjadi salah satu sekolah percontohan nasional dalam penerapan budaya peduli lingkungan.
Agung mengatakan kunjungan lapangan tersebut bertujuan memperlihatkan implementasi nyata konsep kota hijau yang sebelumnya dibahas dalam forum seminar. Menurut dia, pembangunan berkelanjutan tidak cukup hanya dibahas dalam ruang pertemuan, tetapi juga harus diwujudkan melalui praktik yang dapat menjadi contoh bagi masyarakat.
"Ini namanya kunjungan lapangan bersama para wali kota dan kepala daerah dari Malaysia, Indonesia, dan Thailand dalam rangka bagaimana menerapkan Green City. Tadi kita sudah memulainya dari pembukaan dan seminar tentang bagaimana sama-sama mempunyai prinsip bahwa lingkungan sekarang harus lebih diutamakan," kata Agung kepada awak media.
Menurut Agung, menjaga lingkungan menjadi investasi bagi masa depan generasi mendatang. Ia menilai pembangunan tidak lagi hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga harus mampu menghadirkan lingkungan yang sehat dan lestari.
"Masa depan yang baik itu bukan menyiapkan bangunan-bangunan yang besar, tetapi bagaimana menjaga dan memberikan lingkungan yang asri untuk generasi berikutnya," ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, para delegasi diperlihatkan berbagai program lingkungan yang diterapkan SMP Negeri 4 Pekanbaru. Di antaranya kegiatan pemilahan sampah, pengolahan sampah organik menggunakan maggot, hingga pemanfaatan limbah menjadi produk yang bernilai guna.
Selain itu, sekolah juga menerapkan program penghijauan melalui penanaman tanaman oleh para siswa. Setiap siswa memiliki tanggung jawab merawat tanaman yang ditanam dalam polybag sebagai bagian dari pendidikan karakter sekaligus upaya membangun kepedulian terhadap lingkungan sejak dini.
"Di sini ada pemilahan sampah, pengolahan sampah menjadi maggot, kemudian barang-barang yang sudah terbuang bisa dijadikan produk yang bermanfaat. Ada juga program satu siswa satu polybag, sehingga banyak pendekatan lingkungan yang sudah diterapkan di sekolah ini," kata Agung.
Ia berharap praktik baik yang diterapkan SMP Negeri 4 Pekanbaru dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain di kawasan IMT-GT dalam mengembangkan program pembangunan kota yang berkelanjutan dan ramah lingkungan. ***