
PEKANBARU, GORIAU.COM - Sumbangsih Riau terhadap perekonomian nasional sudah tidak diragukan. Ratusan triliun dikirim dari hasil bumi Riau ke pemerintah pusat setiap tahun, sayangnya total Dana Bagi Hasil (DBH) untuk Riau masih dibawah Rp10 triliun.
Karena itu, Pemprov Riau dan Pemkab serta Pemko diingatkan untuk berjuang meningkatkan perolehan DBH, paling tidak tahun 2013 mendatang DBH harus naik 30 - 40 persen dari yang diterima saat ini.
''DBH kita terlalu kecil dibandingkan dengan daerah penghasil minyak lainnya seperti Kalimantan Timur, bahkan dibawah Nangroe Aceh Darussalam. Ini kan aneh, kita yang menghasilkan minyak, tapi bagian kita sedikit,'' ujar Ketua Komisi C DPRD Riau, Azis Zainal kepada wartawan, Rabu (28/11/2012).
Peningkatan DBH tersebut sangat penting untuk percepatan pembangunan di Riau khususnya dibidang infrastruktur. Saat ini, khusus infrastruktur tingkat Pemprov Riau saja, paling tidak dibutuhkan Rp4 triliun tidak termasuk pembayaran hutang, untuk memperbaiki dan pembangunan jalan dan jembatan baru.
Karena keterbatasan anggaran, untuk tahun 2013 saja, alokasi infrastruktur hanya Rp2,5 miliar, jumlah ini termasuk pembayaran hutang multiyears Rp1,2 triliun.
''Kita minta Pemprov berjuang meningkatkan DBH untuk Riau. Kalau perlu dukungan DPRD Riau, kita akan bantu,'' ujar Azis.
Seperti diketahui, total DBH migas yang diterima 13 daerah di Riau saat ini mencapai Rp9.675.396.708.000. Jika dibandingkan tahun lalu naik 10 persen. Tahun sebelumnya, DBH yang diterima hanya Rp8,7 triliun. Dari data yang diterima Dispenda, Kabupaten Bengkalis menjadi penerima DBH terbesar yaitu Rp1,996 triliun. Setelah itu Provinsi Riau Rp1,935 triliun dan Rohil Rp986,8 miliar. Sementara kabupaten Inhil, Kuansing, Kota Pekanbaru, dan Dumai terendah yaitu Rp351,8 Miliar. (nti)