RENGAT- Warga masyarakat 6 kecamatan di Kabupaten Indragiri Hulu, Riau keluhkan dan adukan PT PLN Persero Area Rengat dan distamben (Dinas Pertambangan & Energi) ke DPRD Inhu.

Pengaduan masyarakat tersebut terkait lambannya realisasi pemasangan listrik ke rumah-rumah masyarakat, padahal jaringan listrik tersebut sudah terpasang sejak dua tahun lalu.

Menanggapi pengaduan masyarakat 6 kecamatan itu, pada Rabu (16/3/2016) kemaren, Komisi III DPRD Inhu menggelar hearing bersama PLN Area Rengat dan Distamben serta para camat setempat.

"Menindak lanjuti pengaduan masyarakat, kita sudah melakukan dengar pendapat (hearing) bersama PLN dan dan Distamben Inhu terkait persoalan lambannya pemasangan listrik kerumah masyarakat tersebut. Hearing kita gelar pada, Rabu (16/3/2016) sore semalam," ujar Ketua Komis III DPRD Inhu R Irwan Toni, Kamis (17/3/2016).

Hearing tersebut dihadiri langsung Kepala PLN Area Rengat Kemas Abdul Gaffur dan jajaran, Plt Kadistamben dan staf, serta masing-masing camat di 6 kecamatan itu.

"Saat hearing terkait hal itu, dihadapan kita dan para camat serta perwakilan masyarakat, PLN Area Rengat berjanji akan membuka penyambungan ke rumah masyarakat, selambat-lambatnya pada bulan September 2016 mendatang," tegasnya.

Dengan demikian, apa yang diungkapkan pihak managemen PLN Area Rengat tersebut diharapkan bisa direalisasikan mereka.

"Kita harapkan masyarakat tidak lagi dikecewakan, karena listrik itu sangat penting dalam segala hal guna menunjang kehidupan dan ekononi masyarakat," pungkasnya tegas.

Menjawab hal itu, Manajer PLN Area Rengat Kemas Abdul Gaffur menyatakan bahwa, saat ini kondisi kelistrikan di PLN Area Rengat sangat tidak memungkinkan untuk dilakukan penyambungan baru.

"Kita tidak mungkin bisa melakukan penyambungan baru saat ini, hal itu dikarenakan surplus daya kita saat ini hanya 300 Kwh," sebut Kemas.

Dengan demikian, mengingat dan mengantisipasi terjadinya gangguan akibat kekurangan daya, PLN Area Rengat memutuskan untuk tidak melakukan penyambungan baru, khususnya terhadap listrik rumah tangga.

"Namun, untuk penyambungan terhadap fasilitas umum, masih kita layani. Sedangkan untuk penyambungan rumah tangga akan dibuka kembali pada September mendatang," pungkasnya tegas.

Untuk diketahui, 6 kecamatan yang mengadukan kondisi listrik tersebut yakni, Kecamatan Seberida, Batang Gansal, Pasir Penyu, Sungai Lala, Kuala Cinaku, Rakit Kulim, dan Kecamatan Batang Cenaku.***