SELATPANJANG, GORIAU.COM - Rabu (29/4/2015) pagi Polres Kepulauan Meranti menggelar rekonstruksi kematian Romlah (25) janda kembang yang ditemukan terkubur dekat pelabuhan Peranggas Desa Lemang Kecamatan Rangsang Barat, Selasa (21/4/2015) lalu. Setidaknya ada 23 adegan yang diperagakan di Mapolres Meranti pagi itu.
Pantauan wartawan, rekonstruksi itu dilakukan di lingkungan Mapolres Kepulauan Meranti.
"Ada 23 adegan saat kita gelar rekonstruksi tadi," kata Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Zahwani Pandra Arsyad SH MSi melalui Kapolsek Rangsang Barat Iptu H Budi Permana didampingi KBO Reskrim Ipda Sudarmanto SH.
Rekonstruksi itu digelar sejak pukul 09.30 WIB.
Rekonstruksi berjalan lancar tanpa hambatan. Rekonstruksi itu digelar atas kasus pembunuhan janda kembang di Peranggas Sabtu (18/4/2015) lalu.
Usai rekonstruksi, kedua pelaku mengaku sebenarnya tidak ada niat membunuh, hanya untuk melumpuhkan korban yang saat itu mulai menolak untuk berhubungan intim.
"Pertama kali dia (korban) mau, sampai semua pakaiannya sudah saya lepaskan. Waktu mau melakukan (dengan posisi korban guling dan pelaku duduk di atas korban, red), tiba-tiba dia menolak, akhirnya saya lumpuhkan dengan mengikat lehernya dan menahan tangannya agar tidak berontak," kata IH kepada wartawan.
Rupanya, saat melihat korban meronta-ronta, tiba-tiba AZ yang sedari tadi ada dan mengintip di semak-semak, langsung membantu IH dengan cara memegang kaki korban. Setelah beberapa menit, korban tidak lagi menunjukkan perlawanan dan IH pun langsung menyetubuhi korban.
"Waktu itu dia sudah mati. Padahal niat awal hanya untuk melumpuhkan saja," kata IH.
"Giliran saya bro," tiba-tiba AZ meminta 'jatah' menyetubuhi janda kembang tersebut.
"Saya tak lama bang, saya fikir korban pingsan," kata AZ yang waktu itu mengaku hanya sebentar.
Kemudian, setelah keduanya selesai menyetubuhi, IH sadar bahwa korban sudah meninggal dunia. Lalu IH sibuk mencari cangkul, tali, dan goni.
"Dia (IH) yang sibuk mencari cangkul untuk mengubur korban, saya hanya melihat dan tak lama kemudian saya keluar," kata AZlagi.
Kedua tersangka berhasil diringkus Rabu (22/4/2015) tanpa perlawanan. Saat ini kedua tersangka ditahan di Mapolres Meranti untuk pemeriksaan lebih lanjut.
(zal)