
BENGKALIS, GORIAU.COM - Besarnya anggaran yang dibutuhkan untuk enam paket proyek multiyears yang diajukan Pemkab Bengkalis, menbuat DPRD masih pikir panjang untuk menyetujui. Pasalnya, anggaran sebesar itu akan menyedot APBD Bengkalis hingga Rp600 miliar setiap tahun selama empat tahun.
''Anggarannya cukup menguras APBD Kabupaten Bengkalis, Pemerintah Kabupaten Bengkalis sebaiknya melakukan upaya sharing budget dengan Pemerintah Provinsi maupun pemerintah pusat untuk mendapatkan dukungan APBD dan APBN,'' ujar Wakil Ketua Komisi II DPRD Bengkalis, Muhammad Tarmizi, Senin (4/2/2013).
Menurut hitung-hitungan Tarmizi, total anggaran yang dibutuhkan untuk membiayai kegiatan multiyears mencapai Rp2,5 triliun. Jika 100 persen dibebankan melalui APBD Bengkalis tanpa ada sharing budget dengan pemerintah provinsi ataupun pemerintah pusat, maka akan membebani keuangan daerah dan program lainnya bisa terganggu.
Politisi Partai Persatuan Pembangunan mengatakan, secara matematis jika anggaran Rp2,5 triliun itu dilakukan dalam kurun waktu empat tahun anggaran, maka setiap tahunnya anggaran APBD yang tersedot mencapai Rp600 miliar lebih untuk membiayai kegiatan yang berada di Dinas Bina Marga dan Pengairan (BMP) yang segera berubah nama menjadi Dinas Pekerjaan Umum (PU).
Mengingat besarnya anggaran yang harus dibebankan kepada APBD Bengkalis setiap tahunnya, Tarmizi menyarankan kepada Pemkab melakukan lobi-lobi baik dengan pihak Pemprov Riau maupun Pemerintah Pusat agar enam paket kegiatan ini bisa dibiayai melalui sharing budget.
“Walau sekarang sudah memasuki tahun kedua, rasanya belumlah terlambat. Asal ada kemauan dari kita semua, mengingat proyek multiyears untuk kepentingan masyarakat Kabupaten Bengkalis,” ujar Tarmizi.
Dengan volume pembiayaan yang cukup besar, APBD Bengkalis dalam kurun waktu empat tahun akan terbebani. Memang di tahun pertama belum begitu dirasakan, tetapi pada tahun 2013 hingga 2015 mendatang akan menyedot APBD sehingga bisa berdampak terhadap kegiatan urgen di SKPD lainnya. (jfk)