PEKANBARU – Komisi II membidangi peternakan melakukan observasi ke Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dalam hal mendalami wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang ternak, Jumat (10/6/2022).

Dikatakan Zulfi, dalam kunjungan ini dia membawa serta Kepala Dinas Peternakan beserta jajarannya untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyebaran virus tersebut.

GoRiau
Berdasarkan penjelasan dari Sekretaris Dinas Peternakan dan Kepala Bidang Kesehatan Hewan di Jawa Timur, ujar Zulfi, penyebaran virus ini cukup besar di Jawa Timur.

"Karena penyebarannya besar begini, maka semua sapi-sapi yang ada disana dikarantina terlebih dahulu, supaya tidak menularkan lagi ke sapi lain," ungkap Zulfi, Minggu (12/6/2022).

GoRiau
Penyebaran virus PMK ini, lanjut dia, ternyata berdampak juga kepada program bantuan hibah ternak ke Riau, dimana sapi ini harus dipastikan dulu bebas dari virus PMK, sebelum dikirim ke Riau.

GoRiau
"Jadi, dalam tender yang dimenangkan PT KMI, spek sapi yang dibagikan ke kelompok tani itu jenis Sapi Madura. Sapi Madura ini kan dari Jawa Timur, makanya agak terkendala pengiriman ke Riau, nunggu izin dulu dari Dinas Peternakan," katanya.

GoRiau
Pun begitu, Zulfi memastikan, virus PMK ini hanya menyerang ternak saja dan tidak berbahaya bagi manusia. Sehingga, masyarakat tidak perlu terlalu khawatir dengan penyebaran virus ini.

"Virus ini hanya menyerang ternak saja, kita berharap agar vaksinnya segera ditemukan, supaya suplai sapi di Idul Adha nanti tak mengalami kendala," tutupnya.

Rombongan komisi dipimpin oleh Wakil Ketua, Zulfi Mursal beserta anggota, diantaranya Septina Primawati, Suyadi, Almainis, Syahroni Tua, Dona Sri Utami, Sulaiman MZ, Mira Roza dan juga didampingi oleh Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Riau, Kepala Dinas Herman beserta Jajarannya Edi Rusmadinata dan Dedy Irawan. ***