KAMPAR - Kepala Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kampar, Adi Candra Lukita mengungkapkan, kenaikan debit sungai dipengaruhi curah hujan yang cukup tinggi.

"Kenaikan permukaan sungai antara 20 sampai 50 sentimeter," ungkap Candra kepada Tribunpekanbaru.com, Senin (3/1/2022).

Candra menyebutkan hasil pantauan terhadap tiga aliran besar di Kampar. Yakni, Sungai Kampar, sungai Kampar kanan dan sungai Kampar kiri.

Kenaikan debit sungai memang masih berada dalam batas normal. Namun, kata dia, Pemerintah Kabupaten Kampar sudah memberlakukan status siaga bencana dan masih berlaku.

"Status siaga bencana, artinya di level waspada," kata Candra. Level ini memberi peringatan kepada masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar bantaran sungai, agar selalu waspada.

Menurut Candra, status siaga tetap diberlakukan mengingat intensitas hujan masih tinggi sampai beberapa hari ke depan.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sebaran curah hujan paling tinggi di wilayah dataran tinggi Kecamatan XIII Koto Kampar dan Koto Kampar Hulu. Intensitas hujan menurun ke arah dataran rendah.

"Status siaga banjir maksudnya karena curah hujan yang masih tinggi. Tentu curah hujan akan mempengaruhi debit sungai. Jadi, waspada hujan," pungkas Candra.***